Jelang Pilkati, Pemkab Tubaba Terapkan Perbup No: 4/2018

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Tubaba, Mansyur Yusuf.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Tubaba, Mansyur Yusuf.

TULANGBAWANG BARAT-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat, memutuskan masyarakat yang tidak berdomisili di tiyuh yang sedang menggelar pemilihan kepalo tiyuh (Pilkati), tidak mempunyai hak suara untuk memilih calon kepalo tiyuh.

Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Kabupaten Tubaba, Mansyur Yusuf menyatakan, keputusan itu sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Tulangbawang Barat (Tubaba) No: 4/2018, pasal 11 ayat D, tentang Pemilihan Kepalo Tiyuh.

Dijelaskannya, dalam Perbup tersebut dikatakan, warga harus menetap di tiyuh itu sekurang-kurangnya 6 bulan sebelum disahkannya daftar pemilih sementara. Yang dibuktikan dengan KTP atau Surat Keterangan Penduduk.

“Sebaliknya, walaupun ada masyarakat yang alamat KTP-nya bukan warga tiyuh yang sedang menyelenggarakan Pilkati akan tetapi, telah menetap di tiyuh tersebut lebih dari enam bulan, maka berhak untuk ikut memilih calon kepalo tiyuh,” ujar Mansyur, Senin (26/10/2020).

Jadi, lanjut Ia, yang tertulis dalam Perbup No: 4/2018 pasal 11 ayat D, tentang domisilinya bukan KTP-nya. Walaupun KTP-nya beralamat tiyuh lain (masyarakat-red), akan tetapi telah menetap di tiyuh tersebut lebih dari enam bulan. Maka berhak untuk memilih.

“Warga yang berdomisi lwbih dari enam bulan itu, memiliki bukti surat keterangan penduduk yang diberikan aparatur tiyuh setempat,” pungkasnya.(Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *