Ini Penjelasan Ketua DPC PDI-Perjuangan Pesawaran Soal Video Viral di Medsos

PESAWARAN-Pasca Pilkada Pesawaran 9 Desember 2020, polemik di PDI-Perjuangan Kabupaten Pesawaran terus terjadi. Kali ini, sejumlah orang yang mengaku sebagai pengurus dan kader PDI-Perjuangan merasa kecewa terhadap keputusan pimpinan partai berlambangkan banteng moncong putih tersebut.

Video viral yang diunggah di media sosial (Medsos) oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai kader PDI-Perjuangan Kecamatan Tegineneng tersebut adalah bentuk kekecewaan kepada partainya.

Dalam video berdurasi satu menit 31 detik itu, satu orang mengembalikan sejumlah atribut dan Surat Keputusan (SK) sebagai pengurus dan kader PDI-Perjuangan di Kecamatan Tegineneng.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC PDI-Perjungan Pesawaran, Endro Suswantoro Yahman menyatakan, tindakan itu diduga sebagai kekecewaan terhadap rekomendasi partai yang jatuh kepada Dendi Ramadhona, bukan kepada M Nasir.

“Ini kan seleksi alam, hal yang biasa terjadi dalam evolusi maupun revolusi partai. Ini kan di Pesawaran ada perubahan revolusioner dari sebelumnya partai berwatak gerombolan yang bertumpu pada figur perorangan, menjadi partai yang bertumpu pada AD/ART,” jelas Endro saat dihubungi via telpon, Senin (14/12/2020).

Lebih lanjut, seyogyanya seluruh kader harus menaati instruksi partai dan tegak lurus menjaga keputusan tersebut.

Atas beredarnya video itu, dia mengatakan perlunya ideologisasi partai diperkuat hingga ke jajaran pengurus partai paling bawah.

“Ini sekaligus jadi momentum pendidikan bagi seluruh kader, bahwa kemerdekaan individu sebagian kita serahkan kepada organisasi, sehingga kepatuhan kepada organisasi adalah hal penting agar tidak ada lagi kejadian serupa,” tambah anggota komisi II DPR RI tersebut.

Dia mengklaim partai besutan Megawati itu berhasil merebut kemenangan Pilkada di Kabupaten Pesawaran. Keberhasilan itu tak luput dari kerja keras kader partai serta kepatuhan kepada keputusan DPP.

“Jadi sekali lagi, Pilkada ini kan juga menguji partai kami, maka wajar jika dalam ujian ada yang tak lulus dan merasa tidak puas lalu mengungkapkan kekecewaan,” pungkasnya. (Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *