Tanggamus Bergerak di Musrenbang 2026: Bupati dan DPRD Satu Suara, Pembangunan Tak Boleh Lagi Tertahan di Meja Rencana

TANGGAMUS – Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Tanggamus 2026 bukan sekadar agenda tahunan. Dari ruang itulah arah masa depan daerah dirumuskan—dan tahun ini, nada yang muncul terdengar lebih tegas dari biasanya.

 

Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, menekankan bahwa Musrenbang tidak boleh berhenti sebagai formalitas perencanaan. Ia mengingatkan, setiap program yang disusun harus berujung pada dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar deretan angka dalam dokumen.

 

“Perencanaan harus menjawab kebutuhan riil. Pembangunan tidak boleh berhenti di atas kertas,” tegasnya di hadapan peserta forum. Pada Selasa (31/3/2026).

 

Pesan itu menguat seiring sorotan terhadap sejumlah persoalan klasik daerah—mulai dari ketimpangan infrastruktur antarwilayah, kualitas pelayanan publik, hingga dorongan terhadap penguatan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.

 

Sementara itu Anggota DPRD Tanggamus, Irwandi Suralaga, mempertegas pentingnya keberanian dalam mengeksekusi hasil perencanaan. Ia menilai, Musrenbang harus menjadi titik awal gerak, bukan sekadar ruang diskusi yang berulang setiap tahun tanpa perubahan signifikan.

 

“Kepercayaan masyarakat dipertaruhkan di sini. Kalau perencanaan tidak diwujudkan, maka yang hilang bukan hanya program, tapi juga kepercayaan publik,” ujarnya.

 

Keselarasan sikap antara eksekutif dan legislatif ini menjadi penanda penting. Di tengah kritik terhadap proses perencanaan yang kerap berjarak dengan realisasi, Tanggamus mencoba menegaskan arah berbeda, mempersempit jarak antara rencana dan aksi.

 

Musrenbang 2026 menjadi titik krusial. Di forum inilah prioritas pembangunan ditentukan—mana yang didahulukan, mana yang harus ditunda, dan mana yang benar-benar mendesak untuk segera dijalankan.

 

Namun, tantangan sesungguhnya tidak berhenti di ruang sidang. Realisasi di lapangan akan menjadi ukuran utama, apakah komitmen yang diucapkan mampu menjawab harapan masyarakat, Tanggamus, ukuran keberhasilan bukan pada seberapa baik rencana disusun, tetapi seberapa nyata perubahan yang dirasakan.

 

Di tengah dinamika itu, satu pesan mengemuka dengan jelas, Tanggamus tidak kekurangan rencana yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengeksekusinya,Dan Musrenbang 2026 telah menetapkan panggungnya. (Bowo)