Panaragan – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Eri Budi Santoso, S.Sos., M.H., memimpin rapat pembahasan langkah tindak lanjut pasca musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Mulya Kencana, Tiyuh Mulya Kencana, pada Senin (08/06/2026).
Dalam rapat tersebut, Eri Budi Santoso menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah strategis, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, untuk menangani dampak kebakaran yang dialami para pedagang dan masyarakat terdampak.
“Kita ingin melihat secara menyeluruh permasalahan yang ada, baik terkait status pasar maupun masyarakat yang beraktivitas dan berdagang di lokasi tersebut. Langkah jangka pendek yang harus dilakukan adalah penyelesaian terkait status kebencanaan dan bantuan kepada warga yang terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan menempatkan penanganan musibah ini dalam koridor hukum yang jelas, sekaligus memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan guna meringankan beban akibat kebakaran tersebut. Dalam hal ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut berperan dalam memberikan bantuan kemanusiaan.
Sementara itu, Asisten I Setdakab Tubaba menjelaskan bahwa pada hari yang sama akan disalurkan bantuan melalui program tanggap bencana dari Baznas yang diperkuat dengan bantuan dari Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa masyarakat yang terdampak memperoleh bantuan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah kepada warga yang mengalami musibah,” katanya.
Lebih lanjut, Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat Untung Budiono, S.Sos. M.H., menegaskan bahwa penanganan pasca kebakaran harus dilakukan secara terarah dan jelas. Meski berdasarkan pernyataan aparat penegak hukum peristiwa tersebut merupakan musibah kebakaran, pemerintah daerah tetap memiliki kewajiban untuk hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat Tiyuh Mulya Kencana yang terdampak.
Selain penanganan kemanusiaan, peristiwa ini juga menjadi momentum untuk melakukan penataan dan penertiban terkait status pasar, termasuk aspek pembangunan dan pengelolaannya agar ke depan memiliki kepastian hukum yang lebih jelas.
“Setelah langkah kepedulian dan bantuan kepada masyarakat dilakukan, tahapan berikutnya adalah membangun kesepahaman melalui musyawarah bersama pemerintah tiyuh dan seluruh pihak terkait guna menentukan langkah terbaik bagi keberlangsungan pasar ke depan,” tambahnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan bantuan kepada korban terdampak, serta mencari solusi terbaik bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat pasca musibah kebakaran Pasar Mulya Kencana. (*jim)












