Tanggamus Lampung— Perahu fiber KM Siliwangi terguling di perairan Teluk Semaka, Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Senin (28/9/2026) sore, setelah katir di sisi kanan perahu terlepas. Tujuh nelayan yang berada di dalamnya berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Perahu jaring Bombongan milik Wardi yang dinakhodai Suhaili itu kehilangan keseimbangan saat diterpa angin dari arah selatan dan gelombang cukup kuat. Perahu terguling sekitar 1 hingga 1,5 mil dari bibir pantai.
Kesigapan nelayan di sekitar lokasi mempercepat proses penyelamatan. Awak KM Reval yang berada sekitar 100 meter dari titik kejadian langsung memacu perahunya untuk memberikan pertolongan setelah melihat KM Siliwangi terguling.
Syahroni, jurumudi KM Reval sekaligus saksi mata, mengatakan insiden terjadi tidak lama setelah sejumlah nelayan berangkat menuju kawasan Teluk Semaka untuk mencari ikan.
“Kebetulan kita berangkat sekitar pukul 16.00. Perahu yang kena musibah ini di depan kita, jaraknya sekitar 100 meter. Rupanya katirnya terlepas di sebelah kanan. Kebetulan anginnya besar, kena dorongan angin selatan, jadi terbalik,” kata Syahroni, Selasa (29/9/2026).
Menurut Syahroni, perahu semakin sulit dikendalikan setelah kehilangan keseimbangan akibat angin yang cukup kuat. Dalam waktu singkat, KM Siliwangi akhirnya terguling.
“Kalau penumpangnya enam, sama nakhoda berarti tujuh orang,” ujarnya.
Syahroni bersama awak KM Reval menjadi pihak pertama yang mendekati lokasi dan mengevakuasi para nelayan. Bantuan dari nelayan lain kemudian berdatangan setelah informasi mengenai kejadian tersebut disampaikan.
“Kita pertama. Begitu sekitar setengah jam, kawan-kawan datang. Kita konfirmasi ke kawan-kawan dan pihak juragannya supaya mencari pertolongan. Lantas kita amankan ABK-nya, kita bantu semuanya,” jelasnya.
Satu ABK Tak Bisa Berenang
Salah seorang ABK KM Siliwangi, Heli, mengatakan seluruh awak kapal langsung berupaya menyelamatkan diri setelah perahu kehilangan keseimbangan.
Proses evakuasi sempat menghadapi kendala karena salah satu ABK tidak bisa berenang. Nelayan lain kemudian mengarahkan ABK tersebut untuk segera naik ke perahu penolong.
“Ada yang tidak bisa berenang satu orang. Makanya saya bilang sama dia supaya naik ke perahu yang satunya, supaya dia tidak kelelep. Yang lain sudah bisa berenang,” ujar Heli.
Sejumlah nelayan lain yang berada di sekitar perairan turut bergerak menuju lokasi setelah mengetahui kecelakaan tersebut. Heli menyebut Reval Jaya.
sebagai salah satu perahu yang tiba lebih awal dan membantu proses evakuasi.
“Orang pertama yang menyelamatkan itu perahu Reval Jaya pertama. Mereka kawan juga, orang sini juga. Begitu mendekat, yang lain ikut mendekat semua dan membantu,” tegas Heli.
Berkat respons cepat para nelayan, seluruh awak KM Siliwangi berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Perahu Berhasil Dievakuasi ke Pantai
Setelah memastikan seluruh awak aman, para nelayan melanjutkan upaya mengamankan KM Siliwangi. Perahu yang terguling itu ditarik menggunakan perahu nelayan lain menuju kawasan parkiran perahu fiber di Pantai Kapuran, Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung.
Penarikan dilakukan untuk mencegah perahu semakin terbawa arus sekaligus mengamankannya untuk penanganan lebih lanjut.
Insiden tersebut terjadi saat para nelayan memanfaatkan musim ikan tongkol di kawasan Teluk Semaka. Kondisi peralatan perahu dan cuaca menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam aktivitas penangkapan ikan.
Heli berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keselamatan dan kondisi nelayan, khususnya di kawasan Kapuran.
“Harapannya minta perhatian dari pemerintah daerah, khususnya untuk nelayan di Kapuran yang kena kejadian seperti ini,” harapnya.
Tidak adanya korban jiwa dalam insiden tersebut tidak terlepas dari kesigapan nelayan di sekitar lokasi. Respons cepat dan gotong royong mereka membantu memastikan tujuh nelayan KM Siliwangi selamat hingga kembali ke daratan.(*)












