PESAWARAN — Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran bersama Pemerintah Kabupaten Pesawaran memperketat pengawasan program revitalisasi sekolah tahun anggaran 2026.
Langkah ini diambil untuk memastikan kucuran dana senilai kurang lebih Rp40 Miliar dari pemerintah pusat bebas dari praktik korupsi.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan sosialisasi antikorupsi bagi para kepala sekolah penerima program di Aula Kantor Kejari Pesawaran, Selasa (6/10/2026).
Kepala Kejari Pesawaran, Umi Kalsum, menyatakan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah preventif agar pengelolaan anggaran pendidikan berjalan transparan dan akuntabel. Kejaksaan mengambil peran mengawal proyek sejak awal guna meminimalkan risiko penyimpangan.
“Kejaksaan memiliki peran dalam pengawalan dan upaya pencegahan untuk meminimalkan risiko penyimpangan dalam pelaksanaan proyek strategis pemerintah, termasuk di sektor pendidikan,” ujar Umi Kalsum.
Umi meminta seluruh kepala sekolah dan pelaksana proyek memastikan pembangunan selesai tepat mutu, tepat sasaran, dan tanpa masalah hukum.
Ia juga mengimbau para kepala sekolah untuk segera berkoordinasi dengan kejaksaan jika menghadapi intimidasi atau kendala di lapangan.
“Kita ingin program revitalisasi sekolah ini selesai tanpa masalah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga serah terima. Kami ingin program ini benar-benar memberikan manfaat bagi siswa,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian menjelaskan bahwa program revitalisasi ini sangat krusial untuk membenahi infrastruktur pendidikan di wilayahnya yang sebagian besar masih memprihatinkan.
“Peningkatan mutu pendidikan tidak akan optimal tanpa didukung fasilitas yang layak, aman, dan memadai. Kita ketahui sejumlah sekolah di wilayah kita ini masih memiliki persoalan bangunan dan fasilitas,” kata Nanda.
Nanda membeberkan, total anggaran sekitar Rp40 miliar yang diperoleh Kabupaten Pesawaran pada tahun 2026 ini dialokasikan secara merata untuk perbaikan sarana fisik sekolah.
“Berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan, program revitalisasi sekolah tahun 2026 ini menyasar tingkat TK, PAUD, SD, hingga SMP,” pungkasnya. (Indra)












