Pesawaran – Anggota DPR RI Komisi III Fraksi PDI Perjuangan Dapil Lampung I, Sudin, S.E., melaksanakan kegiatan reses di Desa Bagelen dan Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Kamis (15/10/2026).
Reses ini menjadi momentum dialog langsung antara wakil rakyat dengan konstituennya di daerah pemilihan.
Kehadiran Sudin disambut hangat oleh Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto.
“Selamat datang kepada Bapak Sudin, S.E. Ini kebanggaan bagi kami. Semoga aspirasi warga dapat dibawa ke Senayan,” ujar Merdi.
Senada dengan hal itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran, Aria Guna, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa soliditas partai adalah kunci kepercayaan rakyat.
“Pak Sudin sudah empat periode menjabat DPR-RI, hal itu karena kerja politik PDI Perjuangan yang selalu menginstruksikan kami untuk solid bersama rakyat. Reses ini bukan seremonial, tapi mendengar langsung apa yang dirasakan warga Bagelen dan Way Layap,” kata Aria Guna.
Dalam sambutan utamanya, Sudin, S.E. menyampaikan pesan kebangsaan yang tegas dan menyentuh. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Bagelen, Ketua DPC Pesawaran, serta seluruh warga yang hadir sembari menegaskan bahwa Gedong Tataan adalah rumahnya, dan sudah kewajiban anggota dewan untuk kembali ke daerah mendengar aspirasi rakyat.
Sebagai anggota Komisi III yang membidangi hukum, Sudin menggarisbawahi beberapa persoalan krusial yang tengah dihadapi masyarakat saat ini:
Bahaya Narkoba: Sudin mengingatkan orang tua untuk ketat memantau anak-anaknya di era digital. Ia menegaskan pengguna adalah korban yang harus diselamatkan.
“Jangan takut untuk melapor, dan insya Allah akan kami rehabilitasi. Pengguna itu korban, harus diselamatkan, bukan dipenjarakan,” tuturnya.
Darurat Judi Online: Sudin meminta masyarakat menjauhi judi online yang marak merusak rumah tangga. “Awalnya dikasih menang Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, lama-lama ketagihan, habis gaji, habis tabungan, sawah dijual, motor digadaikan. Ingat, bandar judol tidak pernah kalah. Yang kalah itu pasti rakyat kecil,” tegasnya.
Waspada Pinjol Ilegal: Warga diimbau mewaspadai jebakan pinjaman online ilegal yang menerapkan bunga mencekik dan metode penagihan yang kasar hingga menyebar data pribadi. Ia menyarankan warga yang butuh modal usaha untuk datang ke bank resmi atau memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Keamanan Lingkungan: Mengantisipasi maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Sudin mengajak masyarakat menggunakan kunci ganda kendaraan, tidak parkir sembarangan, dan aktifkan kembali siskamling.
Pendekatan Hukum (Restorative Justice): Terkait masalah hukum di desa, ia berpesan agar diselesaikan terlebih dahulu secara kekeluargaan dan musyawarah.
“Jangan sedikit-sedikit lapor polisi kalau masih bisa dimusyawarahkan,” pesannya.
Pelestarian Lingkungan:
Sudin mengingatkan bahwa Gedong Tataan adalah daerah resapan. Ia mengajak warga menjaga lingkungan dengan menanam pohon agar tidak terjadi bencana banjir dan longsor yang merugikan masyarakat sendiri.
Di akhir penjelasannya, Sudin juga menyoroti pentingnya pengawasan program presiden di tingkat bawah, termasuk persoalan penyimpangan pupuk atau bantuan yang tidak tepat sasaran. Ia meminta masyarakat tidak diam dan segera melapor ke Kepala Desa, Camat, maupun Aparat Penegak Hukum jika menemukan kejanggalan.
“Aspirasi dari Bagelen dan Way Layap ini akan saya bawa ke Senayan. Merdeka!” pungkas Sudin.
Di akhir kegiatan, seluruh aspirasi warga dicatat untuk kemudian ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah dan pihak terkait.
(Indra)












