BANDAR LAMPUNG-Warga Sinar Laut, Kota Karang yang tinggal di pinggiran pesisir atau di atas air laut, lagi-lagi mengusulkan akan jembatan yang merupakan akses lalu-lalang warga yang mendiami di daerah tersebut. Pasalnya, selain khawatir roboh diterpa air laut pasang, juga jembatan terbuat dari bambu sehingga licin jika kena air dan rentan tergelincir jika hujan turun.
Menurut Sarminah, salah seorang warga RT 07/LK 02 Kota Karang Raya, Teluk Betung Timur (TBT) jembatan yang panjang sekitar 50 meter tersebut sudah tidak layak karena bambu yang digunakan sudah banyak yang lapuk.
“Lihat saja lah pak, kayu dan bambunya sudah banyak yang ‘tepok’/lapuk, bahaya kalau anak-anak lewat apalagi kalau naik kendaraan, sering tergelincir, karena kan licin, makanya kami usul dengan pak Dandi Tjandra, supaya pemerintah bisa bangun jembatan kami ini,” ujar Sarminah, warga Kota Karang Raya, saat agenda Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Reses) yang dilakukan anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Fandi Tjandra, di Kota Karang Raya, Kamis (19/08/2021).
Demikian juga dikatakan Agus, Ketua RT07/LK 02 Kota Karang Raya, TBT, warga dibantaran pesisir yang tinggal diatas air laut tersebut juga membutuhkan air bersih. Air dari PDAM sering mati dan jika hidup pun sangat kecil dan warga kekurangan air bersih.
“Kami ini kan air pam dari PDAM waktu program keluarga kurang mampu, dulu kami dibantu pak Fandi Tjandra juga masuk Pam ini, sekarang kami minta bantu gimana caranya kami ini ada air bersih,” ujar Ketua RT Agus yang diamini warga setempat, Susilawati.
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Fandi Tjandra menjawab, untuk usulan warga mengenai pembangunan jembatan, akan langsung dikonfirmasikan dengan Dinas PU setempat.
“Saya nanti akan coba bawa langsung ke Dinas PU, karena ini usulan saya sudah lama, memang saya juga maklum akan dana kas daerah yang tersedot untuk penanggulangan covid-19. Mudah-mudahan dengan saya tanya langsung ada jawaban yang menyejukkan, dan usulan jembatan di atas air laut ini sudah masuk dalam pokok pikiran dan usulan Fraksi PDI-Perjuangan,” kata Fandi Tjandra.
Politisi PDI-Perjuangan ini mengatakan untuk air bersih pihaknya akan meminta PDAM agar ada solusi bagi warga.
“Nanti saya coba tanya PDAM kenapa sering mati airnya, dulu memang saya yang membantu pam masuk sini, dan alhamdulillah warga bisa menikmati air bersih, kalau sering mati ini kan pasti ada kendala, kita coba konfirmasikan apa masalahnya,” paparnya.
Nah, disinggung mengenai dampak pandemi covid-19 warga yang tinggal diatasi air laut, hanya berdoa agar pandemi segera berlalu dan semua rakyat Indonesia sehat dan sejahtera. (ron)












