Kunjungi Mesuji, Ganjar Tanam Pohon di Desa Gedung Boga

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat berbincang dengan Bupati Mesuji, Saply TH di Desa Gedung Boga Kecamatan Way Serdang, Sabtu (22/1/2022). (foto: istimewa)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat berbincang dengan Bupati Mesuji, Saply TH di Desa Gedung Boga Kecamatan Way Serdang, Sabtu (22/1/2022). (foto: istimewa)

MESUJI-Nama Ganjar Pranowo mungkin bagi masyarakat sudah tidak asing lagi. Jadi, wajar jika ia berkunjung di suatu wilayah terlebih jika diluar Jawa akan banyak masyarakat yang datang untuk bertemu sosok ini.Tak terkecuali saat berkeliling di Provinsi Lampung.

Ganjar selain Gubernur Jawa Tengah (Jateng) juga sebagai  Ketua Umum (Ketum) Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama).

Saat Ganjar Pranowo berkunjung di Desa Inklusif Kabupaten Mesuji banyak masyarakat yang sudah menunggu, Sabtu (22/1/2022).

Kedatangan Gubernur Ganjar beserta rombongan disambut Bupati Mesuji, Saply TH, Wakil Bupati (Wabup) Haryati Cendralella, Kapolres AKBP Yuli Haryudo, di Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang.

Sebelum acara ramah tamah, Gubernur Ganjar menanam sebatang pohon di area tanah fasilitas (Fasum) Desa Gedung Boga.

“Semoga pohon ini, akan tumbuh subur dan rakyat Mesuji selalu makmur,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, seminggu lalu pernah bertemu Bupati Mesuji, Saply di Jakarta. Saat mendapatkan penghargaan pendorong Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbaik se-Indonesia.

Ia menyatakan, berkunjung di Kabupaten Mesuji di dampingi rekan-rekan Kagama, dan telah berkeliling di beberapa tempat. 

“Terkait Desa Inklusi, kami meminta Kagama di Kabupaten Mesuji selalu melakukan pendampingan dengan baik. Sehingga, UMKM dapat berkembang dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mesuji,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mesuji Saply TH mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Ganjar di Kabupaten Mesuji dalam acara kunjungan desa inklusif di Desa Gedung Boga. 

“Kabupaten Mesuji, menjadi wilayah yang menerima Program Desa Inklusif yang di inisiasi oleh Kementrian Desa bersama Universitas Gajah Mada,” pungkasnya.(Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *