IPM Mesuji Bidang Pendidikan Rendah, 23.532 Jiwa Masyarakat Mesuji Putus Sekolah

Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji, Agung Subandara. (foto: Misdi)
Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji, Agung Subandara. (foto: Misdi)

MESUJI-Indek Pembangunan manusia (IPM) kabupaten Mesuji bidang pendidikan  tercatat rendah dan jauh tertinggal. Sekitar 70 persen  dari  23. 532 jiwa di Kabupaten Mesuji putus sekolah,.Hal tersebut dikatakan Agung Subandara Sekretaris dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji, Minggu (17/4/2022).

Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji berencana mengoptimalkan peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di kabupaten setempat. 

Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya meningkatkan IPM di kabupaten setempat.

“Ya sampai saat ini IPM Mesuji masih yang terendah dari 15 Kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.Melalui PKBM kita akan berupaya merekrut Masyarakat yang putus sekolah untuk melanjutkan, Pendidikan non pormal,” ungkapnya.

Dinas Pendidikan setempat  akan terus berupaya mengoptimalkan potensi segala bidang yang ada untuk menunjang peningkatan IPM Mesuji. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran serta PKBM baik Negeri maupun swasta yang ada di Mesuji.

“Melalui PKBM kita akan berupaya merekrut Masyarakat yang putus sekolah untuk melanjutkan, Pendidikan non pormal,” ujarnya.

Menurut Agung PKBM turut berperan penting dalam menunjang peningkatan IPM. Untuk itu Dinas Pendidikan kedepan berencana menambah pendanaan oprasional bagi setiap PKBM di Mesuji. 

Selain itu, PKBM nanti nya di minta untuk bekerja sama dengan pemerintah desa meningkatkan minat masyarakat yang putus sekolah agar mau melanjutkan, pendidikan melalui PKBM.

“Di Mesuji, ada sekitar 10 PKBM dibawah naungan Disdik Mesuji yang melaksanakan kegiatan belajar mangajar kepada masyarakat di bidang pendidikan non formal paket A, B, dan C. Kepada masyarakat yang putus sekolah kita himbau agar mau melanjutkan, pendidikannya dengan mendaftar disetiap PKBM yang ada di Mesuji,” imbuhnya.

Diketahui Pemerintah saat ini menetapkan tiga dimensi pembangunan nasional, yaitu dimensi pembangunan manusia dan masyarakat merupakan suatu pilar. Dengan strategi itu, maka pembangunan manusia tidak hanya capaian ekonomi, pendidikan dan kesehatan saja, tapi pembangunan sosial juga mendapatkan perhatian.(Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *