
MESUJI-Bencana angin kencang yang mengakibatkan ratusan hektare padi siap panen di Desa Sungai Buaya Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji. Petani mengalami kerugian ratusan juta bahkan milyaran rupiah.
Hal tersebut, dikatakan Muhammad Alia Muis Kepala Desa Sungai Buaya Kecamatan Rawajitu Utara, Selasa (16/08/2022).
“Kerugian ratusan hingga milyaran rupiah Mas,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mesuji Sunardi mengaku sudah mendapatkan laporan dari Pemerintah desa setempat.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mesuji untuk tetap waspada dengan potensi bencana baik angin kencang maupun banjir.
“Terkait Kronologis kejadian ratusan Hektare yang rusak terjadi Senin malam 15 Agustus 2022 hujan disertai angin kencang pada pukul 20:40 WIB hingga dini hari, angin tersebut mengakibatkan tanaman padi yang bervariasi siap panen roboh,dengan kejadian tersebut Kemungkinan terjadi ada yang gagal panen,” terangnya.

Sejauh ini masyarakat berupaya untuk menyelamatkan padi yang roboh dengan cara mengikatnya setiap rumpun padi menjadi satu.”BPBD kabupaten Mesuji melakukan koordinasi dengan pihak pihak terkait dan Masih dalam pantauan dilokasi kejadian,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala dinas Pertanian Kabupaten Mesuji, Pariman SP saat dihubungi mengatakan pihaknya sudah mengambil langkah-langkah upaya membantu petani yang padinya diterjang angin.
“Saya sudah perintahkan seluruh penyuluh dan pengamat hama untuk mendata nama petani luas tamanan varitas yang ditanam dan umur tanaman untuk dibuat laporan tertulis di buat oleh gapoktan dan poktan diketahui pemerintah desa,” tandasnya.
Diketahui Puluhan petani desa Sungai Buaya Kecamatan Rawajitu Utara (Rju) Kabupaten Mesuji menangis. Pasalnya, ratusan hektare padi hampir panen milik petani di desa setempat rata dan hancur diterjang angin kencang, Senin malam kemarin. (Mis)












