
MESUJI-Masyarakat Desa Mekar Sari, Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji, merasakan manfaat program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang digulirkan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Pasalnya, impian warga Desa Mekar Sari selama bertahun-tahun ingin menikmati jalan yang bagus, serta mulus akhirnya terwujud tahun 2022.
Bahkan, para kaum perempuan terlihat antusias berkumpul di depan rumah sembari melihat suaminya sibuk merapikan berem jalan rabat beton yang baru selesai dikerjakan di depan rumahnya masing-masing secara swadaya tanpa diperintah.
Diketahui, pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1085 meter dengan anggaran mencapai Rp750 juta dari APBN tersebut, merupakan program Aspirasi Kotaku dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementrian PUPR tahun 2022.
Menariknya, program Aspirasi Kotaku itu dibawa oleh Tamanuri, salah satu anggota DPR RI asal Lampung di Komisi V, untuk mewujudkan impian masyarakat Desa Mekar Sari yang ingin menikmati infrastruktur jalan lebih layak dan bagus.
“Senang sekali, melihat jalan ini bagus. Semua ini, berkat bantuan bapak Tamanuri yang sudah membawa program Kotaku ke desa kami, sehingga jalan yang semula rusak dan susah dilewati apalagi jika musim hujan,” kata Suminah salah satu warga setempat, Selasa (06/09/2022).
Dia mengungkapkan, selama ini jika kondisinya becek warga sering terjatuh saat ibu-ibu atau anak-anak berangkat ke sekolah suka jatuh. Namun, sekarang sudah mulus dan bagus.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Mekar Sari, Sunardi Rastra mengaku sangat terbantu dengan adanya program Aspirasi Kotaku. Karena, perbaikan jalan apabila harus menunggu Dana Desa (DD) belum mampu, untuk mengcover penanganan jalan rusak sepanjang 1 kilometer lebih tersebut.
“Alhamdulillah, berkat program Aspirasi Kotaku yang dibawa oleh pak Tamanuri ini, sekarang sudah selesai dibangun, dan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” kata Sunardi.
Dikatakannya, selain akses jalan yang bagus dan mulus saat ini, ada sisi manfaat lain yang dirasakan oleh masyarakatnya. Yakni, adalah ikut andil dan terlibat langsung dalam proses pembangunan yang memang harus menerapkan pola swakelola dengan metode Padat Karya Tunai (PKT).
“Selama proses pengerjaannya, kegiatan ini memang menyerap tenaga kerja lokal, yang diberdayakan untuk ikut andil membangun jalan desanya sendiri. Tentunya, ini juga menjadi tambahan penghasilan untuk masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tandasnya. (Mis)












