METRO – Partai Golkar Kota Metro Menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI, dan membuka rangkaian kegiatan dengan melaksanakan Gerakan Lampung Menanam (Gelam), di halaman Kantor DPD II Partai Golkar kota setempat, Kamis, 8/01/2026.
Dikesempatan tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Ir. H. Hanan A. Rozak, menegaskan bahwa Gerakan Lampung Menanam (Gelam) bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan perwujudan doktrin dasar Partai Golkar.
“Partai Golkar ini doktrinnya jelas, karya siaga gatra praja. Jadi dimanapun Partai Golkar itu harus berbuat untuk kepentingan masyarakat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Ir. H. Hanan A. Rozak saat diwawancarai awak media.
Menurut Ir. H. Hanan A. Rozak Gerakan Lampung Menanam (Gelam) yang dihadiri Walikota Metro, Kapolres Metro, Kajari Metro, Ketua Parta lain, dan sejumlah tokoh masyarakat, tidak menampik bahwa kegiatan itu bersifat simbolis. Namun baginya, simbol dan bukan sekedar kemasan.
“Kegiatan ini simbolis, namanya mengajak atau gerakan. Karena gerakan itu ada yang menggerakkan dan ada yang digerakkan,” ujar Ir. H. Hanan A. Rozak.
Pria yang merupakan anggota Komisi IV DPR RI tersebut juga menjelaskan bahwa Gerakan Lampung Menanam (Gelam) juga bukan agenda sesaat. Metro menjadi kota keempat setelah Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur.
“Ini harus terus menerus. Nanti tanggal 24 dan 25 kita ada di Lampung Utara dan Way Kanan. Jadi Golkar bukan hanya menanam tapi juga akan merawatnya,” paparnya.
Selanjutnya, kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kota Metro, berlanjut di gedung sesat Agung Bumi Sai Wawai. Kegiatan yang menjadikan Forum strategis, dan demokratis dalam rangka evaluasi, konsolidasi, serta perumusan kepemimpinan organisasi Partai Golkar di Kota Metro.
Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Golkar Kota Metro Subhan mengungkapkan, terimakasih kepada masyarakat kota Metro yang telah mengentaskan, membantu perjuangan Partai Golkar.
“Selama lima tahun saya menjabat sebagai ketua, tentu kami menjadi pihak yang paling bertanggung jawab apabila terdapat hal-hal yang kurang baik atau kurang berkenan di tengah masyarakat. Untuk itu, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ungkap Subhan.
Dikesempatan yang sama, Walikota Metro Bambang Iman Santoso mengucapkan, selamat atas terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kota Metro.
Bambang mengatakan, bahwa musyawarah daerah merupakan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus merumuskan arah kepemimpinan ke depan.
“Partai Golkar sebagai salah satu partai politik besar di Indonesia telah memiliki perjalanan panjang dalam pembangunan bangsa. Kontribusinya juga sangat dirasakan di Kota Metro yang kita cintai ini,” ujar Bambang.
Menurutnya Bambang, kehadiran Partai Golkar selama ini turut memperkaya dinamika demokrasi di daerah serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Bambang berharap, melalui Musyawarah Daerah (Musda) VI ini, Partai Golkar Kota Metro dapat melahirkan kepemimpinan yang solid, visioner, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Hanan A. Rozak, menyampaikan bahwa Musda merupakan momentum konsolidasi untuk memperkuat komitmen dan merumuskan strategi besar Partai Golkar dalam menjawab tantangan pembangunan di Kota Metro yang terus berkembang.
Kepada ketua DPD Partai Golkar Provinsi Hanan A. Rozak menitipkan hal-hal sebagai berikut:
1. Melaksanakan konsilidasi struktur partai hingga tingkat desa kelurahan dan RT.
2. Mengakomodir semua untuk kader di dalam keputusan.
3. Meningkatkan dan mengaktifkan pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan program partai Golkar.
4. Menyiapkan kader muda kader perempuan dan kadang profesional untuk menyongsong pemilu yang akan datang.
5. Menjadikan kantor atau sekretariat partai Golkar Kota Metro sebagai rumah bersama bagi seluruh keluarga besar partai Golkar dan rumah aspirasi bagi segenap masyarakat.
6. Partai Golkar harus tampil dengan karya ide gagasan dan programnya nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (Ari)












