Kasus DBD di Pesawaran Meningkat, Dinkes Imbau Masyarakat Terapkan PSN

PESAWARAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran merilis perkembangan terbaru angka kasus Demam Berdarah Dengue, (DBD) di Kabupaten Pesawaran. Jum’at, (30/01/2026).

 

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pesawaran Chris Manurung, M. Kes, mengatakan, terjadi peningkatan sedikit pada periode Januari- Desember 2025 dibanding Januari-Desember 2024. Kasus DBP sampai dengan Desember 2025, sebanyak 549 kasus dengan 4 kematian, sedangkan kasus di Desember 2024, sebanyak 461 kasus dengan 2 kematian.

 

“Kecamatan tertinggi pertama yaitu kecamatan Negri Katon sebanyak 120 kasus, 1 kematian tertinggi ke 2 Kecamatan Gedong Tataan sebanyak 113 kasus,” ujarnya.

 

Chris mengatakan, tren peningkatan atau penurunan kasus dalam tiga bulan terakhir mengalami penurunan kasus.

 

“Pada Oktober sebanyak 22 kasus, November 11 kasus, Desember 13 kasus,” ungkapnya.

 

Sedangkan jumlah kasus DBD yang dilaporkan meninggal dunia sebanyak empat kasus, di Kecamatan Tegineneng, Marga Punduh, Negri Katon, dan Gedong Tataan

 

Chris juga menjelaskan bahwa terdapat kelompok usia yang paling rentan terpapar DBD.

 

“Berdasarkan data Dinas Kesehatan kelompok usia yang mudah terpapar 15 -44 tahun,” tambahnya.

 

Saat ini Dinas Kesehatan terus melakukan Upaya pencegahan dan pengendalian DBD, terutama di wilayah rawan.

 

“Penyuluhan tentang pentingnya PSN melalui Kegiatan Puskesmas, Giat PSN mingguan di masyarakat, melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) setiap ada laporan kasus, Melakukan pemberian ABATE, melakukan pengasapan(Fogging) bagi kasus yang memenuhi syarat fogging,”katanya.

 

Menurut dia, fogging bukan merupakan cara utama yang efektif dalam pengendalian DBD, pengendalian DBD yang terpenting adalah dengan membasmi jentik nyamuk dan membuat jentik tidak hidup dengan melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang harus dilakukan rutin setiap minggu dengan 3 M Plus, Mengubur, Menutup, dan Menguras tempat penampungan air.

 

“Sejauh mana peran puskesmas dan kader jumantik dalam menekan angka DBD di Pesawaran terus melakukan Pemeriksaan Jentik secara berkala di setiap lingkungan rumah warga dan melakukan pembrantasan jentik apabila ditemukan jentik,” imbuhnya.

 

Apakah Diskes mencatat adanya kendala di lapangan, seperti keterbatasan SDM atau anggaran, dalam penanganan DBD?

 

“Iya, logistic untuk DBD selama ini hanya mengandalkan hibah dari Provinsi yang jumlahnya sangat sedikit dan tidak mencukupi,” ungkapnya.

 

Imbauan Dinas Kesehatan kepada masyarakat untuk mencegah lonjakan kasus DBD, terutama saat musim hujan.

 

“Musim hujan adalah musim puncaknya kasus DBD, untuk itu sebelum memasuki musim hujan sebaiknya masyarakat punya kesadaran untuk melakukan PSN dilingkungan masing- masing secara rutin minimal seminggu sekali, karena PSN ini berperan penting dalam pengendalian DBD,”ucapnya.

 

Segera lapor ke tenaga kesehatan terdekat apabila didiagnosa DBD, atau mendengar sekitar ada yang terkena DBD. atau segara memeriksakan diri ke Layanan kesehatan saat merasa demam yang tinggi lebih dari 3 hari serta tanda gejala DBD untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. (Indra).