TUBABA  

Satu Tahun Pemerintahan NONA Tubaba, Dapat Apresiasi dan Koreksi

TULANGBAWANG BARAT-Tepat pada 20 Februari 2025 lalu, Presiden Prabowo melantik seluruh kepala daerah secara serentak.

 

Termasuk Bupati dan Wakil Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) yakni Novriwan Jaya dan Nadirsyah atau yang biasa disingkat pasangan NONA.

 

Setelah pasangan NONA memenangkan Pilkada calon tunggal Tubaba daerah yang berjuluk Bumi Ragemsai mengei Wawai, pada 27 Nopember 2024 silam. Kemenangan NONA 66,16% melawan kotak kosong dari jumlah suara sah 151.999 atau 96,05% yang dihimpun dari berbagai sumber.

 

NONA yang mengusung visi dan misi yang berorientasi pada kemajuan daerah yang sebelumnya disebut oleh Bupati Umar Ahmad sebagai daerah bukan-bukan menuju daerah yang maju, sejahtera dan berdaya saing disegala bidang di daerah Bumi ragemsai mangei wawai. NONA yang berkomitmen meneruskan pembangunan Tubaba yang telah sebelumnya diletakkan dasar pembangunan yang berkearifan lokal, saat ini terus dan sedang bekerja tanpa lelah melangitkan cita-cita dan mensejajarkan diri dengan daerah- daerah lain di kebumian sang bumi ruwa jurai Lampung.

 

Pelayanan kesehatan dasar masyarakat Tubaba menjadi perhatian penting Pemkab Tubaba dengan terus berupaya meningkatkan standart pelayanan kesehatan masyarakat yang secara umum melalui program Tubaba Q Sehat begitu mendapatkan apresiasi dari masyarakat dengan pola jemput bola ke Tiyuh-Tiyuh yang ada di Tubaba dan yang paling terkini adalah memberikan pelayanan medik Hemodialisa (cuci darah) di RSUD Tubaba yang akan mulai beroperasi pada bulan maret 2026 mendatang.

 

Pada bagian lain yang tidak kalah penting adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan bebas korupsi mengedepankan skala prioritas tak luput dari perhatian NONA ditengah-tengah kebijakan efesiensi anggaran yang secara nasional diberlakukan oleh Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Selanjutnya NONA Tubaba juga mendukung penuh program pusat yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di wilayah Tiyuh Tubaba.

 

Kemudian mendukung aksi nasional Gotong royong ASRI guna mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan bersahaja juga menjadi perhatian penting NONA dengan menginstruksikan kepada jajaran Pemkab, Kecamatan dan Tiyuh agar dijadwalkan sebagai kegiatan rutin Pemerintah yang terjadwal secara berkala.

 

Pada sisi lain NONA Tubaba juga berkolaborasi penuh dengan pihak Kepolisian resort (Polres) Tubaba guna mewujudkan Kamtibmas dan bersama pihak Kejaksaan negeri Tubaba mendukung program Jaga Desa guna memastikan alokasi anggaran dana desa harus berorientasi kepada pembangunan untuk masyarakat desa secara utuh dan bebas dari praktek kejahatan anggaran.

 

Sementara itu, NONA Tubaba sangat memperhatikan paripurnanya pelayanan pemerintah kepada masyarakat dengan mewujudkan pembangunan gedung kantor satuan kerja perangkat daerah yang berhimpun dalam satu atap yang terpadu dalam balutan rancang bangun yang kerkearifan lokal yang nakhodai oleh dinas PUPR Tubaba yang saat ini berdiri kokoh di kota Budaya Uluan Nughik Tubaba.

 

Perjalanan satu tahun pemerintahan NONA Tubaba, tentu masih banyak hal yang harus di evaluasi secara konstruktif dan haruslah mendapat dukungan dan masukan dari masyarakat Tubaba yang dikenal kritis tetapi memiliki satu tujuan yang sama yakni kemajuan daerah Tubaba adalah harga mati bagi masyarakatnya. Kondisi insfrastruktur jalan yang saat ini banyak dikeluhkan misalnya, juga menjadi fokus yang harus terus mendapat perhatian NONA Tubaba.

 

NONA juga diharapkan dapat terus mengevaluasi seluruh jajarannya. Mengingat, terdapat beberapa pejabat yang tersandung kasus korupsi semenjak keduanya dilantik. Diantaranya, Kabid Sarpras, Koperindag Tubaba, Heri, Kabid Sampah DLH Tubaba, Hartawan serta mantan Kadis Lingkungan Hidup , Firmansyah.

 

Selain itu, terdapat juga program NONA yang di anggap masyarakat belum memberikan dampak yang nyata. Seperti hadirnya bolo ngarit yang sampai hari ini belum juga berkontribusi penuh dalam hal peningkatan kualitas kambing dan daging kambing.

 

NONA juga lalai dalam merawat bangunan peninggalan Umar Ahmad. Seperti Taman Seribu Batu, Tugu Suhunan Ria, Islamic Center dan Kota Budaya Uluan Nughik yang sempat tak terawat.

 

Ditandai dengan tingginya rumput yang menjulang keatas. Seakan menembus matahari.

 

Semoga hal yang demikian dapat menjadi perhatian kita bersama agar Tubaba dapat menjadi daerah yang maju, sejahtera dan berdaya saing bukan hanya sekedar retorika belaka. (Jim)