Tanggamus Lampung– Aksi pembobolan rumah dan toko di wilayah Pekon Gunung Tiga, Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, kian meresahkan masyarakat. Dalam kurun waktu Januari hingga Mei 2026, tercatat lebih dari 50 kasus pencurian terjadi di kawasan tersebut, sementara para pelaku hingga kini masih belum berhasil ditangkap.
Kasus terbaru terjadi pada Kamis malam pasca-Lebaran dan kembali terulang dua hari lalu. Menariknya, pelaku tidak membawa kabur barang dagangan bernilai tinggi, melainkan hanya mengambil uang receh untuk kembalian sekitar Rp100.000 dan sebuah payung.
Pemilik toko, Riski, mengungkapkan bahwa pelaku hanya mengincar uang tunai pecahan kecil yang disimpan sebagai uang kembalian.
“Cuma uang receh itu saja, buat susuk-susuk (kembalian). Paling sekitar seratus ribuan. Kalau barang-barang, rokok, atau sembako sama sekali tidak diambil,” ujar Riski, Senin (1/6/2026).
Meski nilai kerugian relatif kecil, peristiwa tersebut tetap menambah daftar panjang kasus pembobolan yang menghantui warga Ulu Belu dalam beberapa bulan terakhir.
Korban telah melaporkan kejadian itu kepada kepolisian. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah bukti awal, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV).
Namun, upaya identifikasi pelaku tidak berjalan mudah. Dari rekaman CCTV, pelaku terlihat sengaja menghindari area sorotan kamera sehingga wajahnya tidak terekam dengan jelas. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat di kalangan warga bahwa pelaku merupakan orang yang memahami lokasi serta sistem pengamanan di sekitar toko.
Polisi pun meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang memiliki kemiripan dengan ciri-ciri pelaku yang terekam kamera pengawas.
Kapolsek Pulau Panggung, Iptu Suamin, membenarkan adanya rentetan kasus pembobolan yang terjadi di wilayah hukum setempat. Menurutnya, banyak korban memilih tidak membuat laporan polisi secara resmi karena menganggap kerugian yang dialami tidak terlalu besar.
“Kerugiannya hanya Rp100 ribu uang receh, jadi korban merasa malu dan tidak enak untuk melapor secara resmi. Meski tidak ada LP, kami tetap mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan informasi serta bukti awal,” tegasnya.
Dari hasil penyelidikan, kepolisian mengungkap bahwa rentetan pembobolan tersebut diduga dilakukan oleh dua kelompok berbeda.
Kelompok pertama merupakan sindikat lama yang beranggotakan empat orang. Polisi telah beberapa kali melakukan penggerebekan di lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian mereka. Namun, para pelaku selalu berhasil meloloskan diri sebelum petugas tiba.
Sementara itu, kelompok kedua merupakan sindikat baru yang terdiri dari dua orang dan diduga kuat berada di balik sejumlah aksi pembobolan terbaru di Pekon Gunung Tiga.
Menurut polisi, identitas para pelaku sebenarnya telah berhasil dikantongi. Kendati demikian, proses penangkapan masih terkendala tingginya mobilitas para tersangka yang kerap berpindah tempat untuk menghindari kejaran aparat.
Salah seorang pelaku bahkan diketahui melarikan diri hingga ke wilayah Lampung Barat dan diduga membangun tempat tinggal baru dengan bantuan rekannya.
Kepolisian menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan masyarakat guna mempersempit ruang gerak para pelaku.
“Kami terus menjalin komunikasi dengan warga. Informasi sekecil apa pun dari pos ronda akan langsung kami tindak lanjuti untuk memantau pergerakan dan jalur lintasan pelaku,” ujar Iptu Suamin.
Maraknya pembobolan yang telah berlangsung berbulan-bulan membuat masyarakat berharap aparat penegak hukum segera menuntaskan kasus tersebut. Warga menilai penangkapan para pelaku menjadi langkah penting untuk mengembalikan rasa aman dan mencegah bertambahnya korban di wilayah Ulu Belu. (*)












