Pringsewu – Akademi Kepolisian (Akpol) Lemdiklat Polri terus berbenah demi mencetak perwira yang tangguh, profesional, dan siap menghadapi tantangan tugas kepolisian modern. Demi menyempurnakan sistem pendidikan, Tim Peneliti Akpol yang dipimpin Kombes Pol Hari Sindu Nugroho turun langsung ke wilayah hukum Polda Lampung dengan menyambangi Mapolres Pringsewu, Selasa (15/9/2026).
Kedatangan tim peneliti ini disambut langsung oleh Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra bersama Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Pandita beserta jajaran pejabat utama dan perwira pertama dari Polres Pringsewu, Polres Pesawaran, dan Polres Tanggamus.
Kunjungan ini berfokus pada penelitian pengembangan kurikulum pendidikan Taruna Akpol berbasis kompetensi. Riset lapangan ini mengevaluasi kinerja lulusan Sarjana Terapan Ilmu Kepolisian, khususnya perwira pertama (Pama) Akpol angkatan 2023 hingga 2025 (Batalyon A dan B) untuk proyeksi Tahun Anggaran 2026.
Ketua Tim Peneliti, Kombes Pol Hari Sindu Nugroho, menegaskan bahwa penyesuaian kurikulum di lembaga pendidikan Polri harus terus bergerak dinamis selaras dengan realitas di lapangan.
“Tujuan utama kami turun ke lapangan adalah untuk melihat langsung gap atau kesesuaian antara ilmu yang diajarkan di bangku akademi dengan tantangan tugas nyata kepolisian saat ini. Dunia luar bergerak sangat dinamis, begitu pula karakter persoalan kamtibmas dan ekspektasi masyarakat,” ungkap Kombes Hari Sindu di sela kegiatan.
Menurut Hari Sindu, masukan langsung dari para alumnus muda serta pejabat fungsi operasional di kesatuan kewilayahan menjadi data primer yang sangat krusial.
“Kami ingin memastikan kurikulum yang dirumuskan ke depan benar-benar berbasis kompetensi lapangan. Bukan sekadar penguasaan teori kepolisian, melainkan bagaimana membentuk perwira yang memiliki problem-solving skills, kepemimpinan yang humanis, serta adaptif terhadap dinamika sosial dan teknologi hukum,” tegasnya.
Dalam agenda riset ini, Kombes Hari Sindu didampingi oleh Kombes Pol Edy Cahyono, AKBP Eko Budi Sariyono, serta pakar eksternal dari Universitas Diponegoro (Undip), Diah Wijaningsih. Tim melakukan serangkaian wawancara mendalam, pengisian kuesioner, hingga diskusi terarah bersama para perwira pertama dan komandannya di tingkat polres.
Di tempat yang sama, Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra menyambut hangat sekaligus mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan Lemdiklat Polri melalui Akpol.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan supervisi serta penelitian kurikulum ini. Ini bukti nyata komitmen Polri untuk tidak lekas berpuas diri dan terus membenahi dapur pendidikannya sendiri,” kata AKBP Dadi Perdana Putra.
Dadi menilai, tantangan tugas polisi saat ini menuntut kesiapan mental dan kompetensi lapangan yang cepat sejak pertama kali perwira dilantik.
“Perwira muda Akpol saat ini dituntut langsung siap pakai ketika ditempatkan di tingkat polres maupun polsek. Mereka harus mampu menjadi teladan, berkomunikasi efektif dengan masyarakat, serta cermat menegakkan hukum secara presisi dan adil. Melalui evaluasi ini, kami berharap kurikulum Akpol makin tajam melahirkan profil perwira yang profesional, modern, dan dicintai masyarakat,” pungkas Dadi.
Data dan aspirasi yang terkumpul dari para perwira di wilayah Pringsewu, Pesawaran, dan Tanggamus ini nantinya akan dikaji secara ilmiah untuk menjadi acuan pembaruan silabus dan metode pembelajaran Taruna Akpol ke depan.(*)












