PESAWARAN – Penilaian Lomba Kampung Pancasila Tingkat Nasional di Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran resmi digelar pada Kamis (1/10/2026). Tim Penilai dan Peninjau Pusat yang dipimpin oleh Kolonel Inf. Heri Bambang Wahyudi, S.I.P., M.I.P. turun langsung ke lapangan untuk meninjau desa yang menjadi perwakilan Provinsi Lampung tersebut.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Pesawaran, Nanda Indira Bastian, S.E., M.M., jajaran Forkopimda, serta Kepala Desa Sukadadi, Rudi Maryoto, beserta tokoh masyarakat setempat.
Dalam arahannya, Ketua Tim Penilai Pusat, Kolonel Inf. Heri Bambang Wahyudi, S.I.P., M.I.P., memberikan apresiasi tinggi terhadap implementasi nyata nilai-nilai luhur Pancasila yang hidup di tengah masyarakat Desa Sukadadi.
“Kampung Pancasila bukan sekadar simbol administratif, melainkan sebuah manifestasi hidup dari gotong royong, toleransi, dan kemandirian bangsa. Di Desa Sukadadi, kami melihat bagaimana nilai-nilai tersebut melandasi gerak ekonomi dan kesehatan masyarakat. Kemajuan sektor pertanian serta keberhasilan menekan angka stunting membuktikan bahwa Pancasila telah menjadi jiwa penggerak pembangunan di desa ini,” ujar Kolonel Inf. Heri Bambang Wahyudi
Di tempat yang sama, Bupati Pesawaran, Nanda Indira Bastian, S.E., M.M., menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung program-program penguatan kemandirian desa yang selaras dengan nilai keadilan sosial.
“Kehadiran Tim Penilai dari Pusat hari ini adalah kehormatan besar bagi Bumi Andan Jejama. Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus mengintegrasikan program lintas sektor demi memastikan kesejahteraan konkret masyarakat. Sukadadi adalah bukti nyata bagaimana ketahanan pangan lokal melalui budidaya bawang merah dan kebangkitan UMKM mampu berjalan selaras dengan peningkatan kualitas hidup serta kesehatan keluarga,” ungkap Bupati Nanda Indira Bastian.
Sementara itu, Kepala Desa Sukadadi, Rudi Maryoto, menjabarkan lompatan transformasi besar yang berhasil dicapai oleh desanya melalui semangat kerja sama seluruh warga dan aparatur desa.
“Dulu, angka stunting di Desa Sukadadi tergolong tinggi dan menjadi tantangan berat bagi kami. Namun, berkat kerja keras satgas desa, kader posyandu, serta dukungan penuh Pemkab Pesawaran dan TNI, angka tersebut kini menurun drastis. Target mutlak kami ke depan adalah menekan status stunting hingga menyentuh angka satu persen, menuju satu stunting,” jelas Rudi Maryoto.
Lebih lanjut, Rudi menambahkan bahwa penguatan ekonomi warga Desa Sukadadi kini ditopang oleh sektor agraris dan geliat industri kreatif rumah tangga.
“Desa Sukadadi kini telah tumbuh menjadi salah satu desa unggulan petani bawang merah di Kabupaten Pesawaran. Sektor pertanian komoditas bawang merah dan perkembangan UMKM kami telah menjadi pilar utama penyangga ekonomi warga. Ini adalah wujud nyata kemakmuran yang kami bangun bersama dari bawah,” pungkasnya.
Penilaian lapangan yang dilakukan oleh Tim Pusat meliputi peninjauan administrasi desa, wawancara tokoh lintas agama, serta peninjauan langsung ke area lahan pertanian bawang merah dan sentra produk UMKM lokal. Desa Sukadadi diharapkan mampu meraih hasil terbaik di tingkat nasional serta menjadi role model bagi desa-desa lainnya. (Indra).












