TUBABA  

Warga Harap Pemkab Tubaba Bangun Dua Jembatan Penghubung di Gunung Agung

TUBABA — Harapan masyarakat terhadap peningkatan infrastruktur dasar kembali mengemuka. Warga di dua tiyuh, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tubaba dapat merealisasikan pembangunan jembatan di dua titik yang selama ini menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat.

Dua lokasi tersebut berada di Tiyuh Tunas Jaya, RK I, yang menjadi akses penghubung menuju sekolah, serta di Tiyuh Dwikora yang merupakan jalur menuju Puskesmas, lapangan dan Balai Tiyuh.

Kondisi kedua akses tersebut dinilai membutuhkan perhatian pemerintah. Terlebih, masyarakat selama ini masih mengandalkan jembatan sederhana yang kondisinya telah mengalami kerusakan dan tidak lagi dapat dilalui dengan baik.

Di Tiyuh Dwikora, misalnya, jembatan yang menjadi akses masyarakat tersebut hingga kini belum mendapatkan pembangunan permanen. Padahal, keberadaannya memiliki fungsi penting karena menghubungkan masyarakat dengan sejumlah fasilitas pelayanan dan kegiatan pemerintahan tiyuh.

Carik Tiyuh Dwikora, Maryanto, mengatakan pihak tiyuh sebelumnya telah menyampaikan usulan pembangunan jembatan kepada pemerintah. Namun, hingga saat ini usulan tersebut belum kunjung terealisasi.

“Sudah kami usulkan, tetapi sampai sekarang belum terealisasi,” ujar Maryanto, Sabtu (2/10/2026).

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan menyangkut kebutuhan masyarakat dalam mengakses fasilitas pelayanan dasar.

Kondisi serupa juga dirasakan masyarakat Tiyuh Tunas Jaya, khususnya di RK I. Jembatan di wilayah tersebut menjadi akses penghubung menuju sekolah sehingga keberadaannya cukup vital bagi aktivitas masyarakat dan anak-anak yang hendak menempuh pendidikan.

Masyarakat berharap kondisi tersebut mendapat perhatian Pemkab Tubaba, terlebih dengan adanya gambaran kemampuan fiskal daerah melalui APBD Tubaba tahun 2027 yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp1,7 triliun.

Besarnya postur APBD tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, termasuk jembatan penghubung di wilayah pedesaan.

Warga berharap pembangunan tidak hanya berorientasi pada proyek berskala besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar di tingkat tiyuh yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Bagi masyarakat Tunas Jaya, jembatan tersebut berkaitan dengan kelancaran akses pendidikan. Sementara bagi warga Dwikora, keberadaan jembatan menjadi bagian penting dalam membuka akses menuju Puskesmas, lapangan, serta Balai Tiyuh.

Karena itu, masyarakat berharap dua usulan tersebut dapat menjadi perhatian Pemkab Tubaba dalam penyusunan program pembangunan ke depan, sehingga akses yang selama ini mengandalkan jembatan sederhana dapat ditingkatkan menjadi infrastruktur yang lebih aman, layak dan mampu menunjang aktivitas masyarakat. (*)