TUBABA  

Tanpa Dukungan Pemkab, TAF 2026 Tetap Jalan Lewat Crowdfunding

TULANG BAWANG BARAT — Tubaba Art Festival (TAF) 2026 tetap akan digelar meski tidak mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Panitia memilih membuka pendanaan publik melalui mekanisme crowdfunding untuk memastikan festival seni dan budaya tersebut tetap berjalan.

Direktur Sekolah Seni Tubaba, Semi Ikra Anggara, mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen penyelenggara untuk mempertahankan TAF sebagai ruang kebudayaan yang terbuka dan inklusif.

Namun, pelaksanaan TAF 2026 kembali mengalami penundaan untuk kedua kalinya. Setelah sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Agustus dan kemudian ditunda menjadi 30–31 Oktober 2026, festival kini dijadwalkan digelar pada 7 November 2026.

Selain perubahan jadwal, format festival juga diubah dari sebelumnya dua hari menjadi festival sehari penuh (one day festival).

“Dengan berat hati panitia Tubaba Art Festival mengumumkan penundaan penyelenggaraan TAF 2026 untuk kedua kalinya,” kata Semi dalam siaran persnya, Minggu (3/10/2026).

Menurutnya, penundaan dilakukan agar seluruh rangkaian festival bertema “Tatapan Baru/Tindakan Baru” dapat dipersiapkan secara lebih optimal.

Panitia juga memanfaatkan waktu penundaan untuk memperkuat tata kelola festival, mematangkan kuratorial serta menyiapkan produksi karya seni bersama anak-anak Tubaba yang telah menjalani latihan sejak April.

Tetap Bertahan Tanpa Dukungan Pemda

Semi menegaskan, tidak adanya dukungan dari Pemkab Tubaba tidak menghentikan penyelenggaraan TAF 2026.

“Meski TAF tidak mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Sekolah Seni Tubaba bersama lembaga penyelenggara berkomitmen tetap melaksanakan festival melalui mekanisme pendanaan publik secara terbuka (crowdfunding),” ujarnya.

TAF sendiri disebut sebagai festival kebanggaan masyarakat Tubaba. Dalam empat tahun berturut-turut, festival tersebut terpilih dalam platform Karisma Event Nusantara (KEN) milik Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Panitia berharap TAF tetap menjadi ruang pertemuan bagi berbagai gagasan, mulai dari pedagogi seni, arsitektur kota, ekologi, ekonomi kreatif, pariwisata hingga kebudayaan.

Melalui siaran pers tersebut, panitia juga mengajak masyarakat luas untuk ikut berkontribusi agar TAF 2026 dapat terselenggara sesuai rencana.

Dukungan publik dibuka melalui platform “Sahabat Tubaba/Semua Penonton adalah Sponsor” yang diinformasikan melalui kanal Instagram Sekolah Seni Tubaba dan Tubaba Art Festival.(Jim)