TUBABA  

Lahir dengan Kelainan Anus Tertutup, Imam Syafei Berjuang di Tengah Keterbatasan

TUBABA — Di balik dinding papan yang mulai lapuk dan reot di sebuah rumah sederhana di Tirta Kencana RK 5, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), tersimpan perjuangan sebuah keluarga menghadapi ujian berat.

Adalah Imam Syafei, seorang anak yang sejak lahir mengalami kelainan pada bagian anusnya yang tertutup. Kondisi tersebut membuat Imam membutuhkan penanganan medis agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Namun, perjuangan keluarga Imam tidak hanya menyangkut persoalan kesehatan. Kondisi ekonomi yang terbatas turut menjadi beban tersendiri bagi kedua orang tuanya, Eka Yulianti dan Yanto Santoso.

Keluarga tersebut tinggal di rumah berdindingkan papan yang kondisinya sudah reot. Di tengah keterbatasan itu, mereka harus berupaya memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memikirkan biaya pengobatan Imam.

Persoalan semakin berat setelah kepesertaan BPJS kesehatan gratis yang sebelumnya digunakan keluarga tersebut terputus. Akibatnya, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, keluarga harus menggunakan kepesertaan BPJS Mandiri.

Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga yang secara ekonomi masih serba terbatas. Terlebih, Imam membutuhkan penanganan dan pemeriksaan medis secara berkelanjutan.

Kabar mengenai kondisi Imam kemudian mendapat perhatian dari DPD Partai Golkar Kabupaten Tubaba.

Ketua DPD Golkar Tubaba, Putra Jaya Umar, memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta kepada keluarga Imam. Selain itu, Putra Jaya Umar juga membantu meminjamkan kendaraan untuk digunakan keluarga ketika membawa Imam menjalani pengobatan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga, terutama dalam proses membawa Imam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Bagi keluarga Imam, kepedulian tersebut memiliki arti penting. Di tengah kondisi rumah yang jauh dari kata layak dan keterbatasan ekonomi, perhatian dari pihak lain menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus berjuang mendapatkan pengobatan terbaik bagi Imam.

Kisah Imam sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan dan keterbatasan ekonomi sering kali berjalan beriringan. Karena itu, kepedulian masyarakat, pemerintah maupun berbagai pihak menjadi penting agar anak-anak yang membutuhkan penanganan medis tetap memiliki kesempatan memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. (Jim)