Kondisi TPA di Bandarjaya Yang Terbakar Menunjukan Penurunan yang Signifikan

LAMPUNG TENGAH – Proses pemadaman kebakaran yang terjadi di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Bandarjaya Timur Kecamatan Terbanggi besar, Kabupaten Lampung Tengah terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Tengah, Edi Supena, keberhasilan penanganan kebakaran areal TPA, tidak terlepas dari kerja sama dan partisipasi aktif berbagai pihak terkait. Selasa (20/10/2026).

Dia mengatakan, penanganan kebakaran sampah di Melibatkan, sejumlah pihak sinergi yang kuat antara perusahaan swasta dan jajaran pemerintah kota maupun kabupaten.

Edi menjelaskan daerah yang turut serta membantu pemadaman api dengan mengarah Damkar, yakni Pemerintah Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, hingga Lampung Timur.

“TNI dari Angkatan Darat serta jajaran kepolisian juga turut mengerahkan personilnya turut memadamkan api di TPA, seluruh elemen gabungan tersebut telah bekerja tanpa kenal lelah sejak hari Minggu yang lalu,” jelasnya.

Ini untuk proses pemadaman kita kata Edi, alhamdulillah atas semua partisipasi dari pihak perusahaan, dari pihak pemerintah kota Bandar Lampung, Kota Metro, Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Timur, dan daripada semua daripada termasuk TNI, Angkatan Darat, dari kepolisian juga, ini sudah berproses dari hari Minggu sejak pukul 12.00 siang.

“Berkat kerja keras seluruh personel gabungan yang bertugas di lapangan, progres pemadaman kini telah mencapai angka 80 persen,” ujarnya.

Meskipun sebagian besar api sudah berhasil dipadamkan, kata Edi, bahwa saat ini masih ada sisa-sisa api yang harus diselesaikan.

“Sampai dengan tadi malam kita tidak ada henti-hentinya, alhamdulillah sekarang sudah mencapai 80 persen. Jadi ini tinggal asap-asap yang di gambut, bukan di sampah, di gambut,” tambahnya.

Terkait teknis penanganan di lapangan, tim gabungan menggunakan alat berat berupa ekskavator untuk mengeruk dan membongkar tumpukan sampah.

Setelah tumpukan sampah digali menggunakan ekskavator, petugas langsung menyiramkan air secara maksimal ke titik-titik panas tersebut.

“Alat berat gali, nanti sampai disiram sama air. Makanya kita tidak boleh semua pekerja pemadam tanpa ada ekskavator,” tegas Edi.

Untuk kekuatan personel, Edi merinci bahwa tim pemadam yang siaga di lokasi berjumlah sekitar 20 orang, termasuk dukungan dari personel BNPB.

Sementara itu, jika dihitung secara keseluruhan sejak hari Minggu hingga hari ini, total ada sekitar 16 unit armada yang dikerahkan.

Armada tersebut terdiri dari 11 unit mobil pemadam kebakaran dan 7 unit kendaraan penyuplai air dari berbagai instansi pendukung.

“Kalau team pemadam kita yang standby kurang lebih sekitar dari tiga mobil ini sekitar 20 orang sama BNPB juga ya, dari Penanggulangan Bencana juga. Kalau keseluruhan dari Minggu sampai hari ini ada 16 unit armada, armada pemadamnya ada 11, pengesupnya ada 7,” jelas Edi.

Di samping fokus pada pemadaman di area TPA, Edi juga memastikan bahwa kondisi arus lalu lintas di jalan tol sekitar lokasi sudah terpantau aman dan dapat dilalui dengan lancar.

“Untuk tol alhamdulillah sudah-sudah sendiri dari sini sudah keliatan jalannya, jadi saya rasa sudah mulai. Kita upayakan hari ini sama tim dia tidak ada asap,” pungkasnya. (Gunawan).