PESAWARANPOLITIK

Anggota PKD Kecamatan Gedongtataan Pertanyakan Gaji Bulan Januari 2021

PESAWARAN-Anggota Pengawas Kelurahan Desa (PKD), Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran mempertanyakan kejelasan gaji terakhir bulan januari 2021 senilai 1.100.000,00 yang mekanismenya melalui pembayaran lewat atm BRI britama tiba – tiba diblokir sa’at akan melakukan penarikan.

“Saya mempertanyakan gaji saya di bulan januari 2021 mengapa sudah ditransfer Lah kok tiba-tiba diblokir dan bagi anggota yang sudah terlanjur melakukan penarikan diwajibkan mengembalikan ke- rekening bawaslu, itu intruksi dari oknum bawaslu kecamatan,” kata narasumber yang enggan disebutkan namanya jum’at (12/02/21).

Ditambahkan, biasanya tanggal 2 sampai 3 saya sudah menerima gaji, tapi mengapa gaji yang terahir dibulan januari 2021 sudah ditransfer kok tiba -tiba diblokir dan yang aneh nya lagi bagi 26 anggota yang sudah melakukan penarikan disuruh mengembalikan dengan alasan belum ada perintah.

“Dari 26 anggota yang yang sudah melakukan penarikan gaji disuruh mengembalikan uang tersebut. Dikutib dari whats app grub PKD Pesawaran.” Dari 26 PKD se-kabupaten pesawaran dari list ini tersisa 10 PKD yang belum memulangkan saldo ke rekening bawaslu,
Tadi sore saya ketemu dengan pak nanang dan pak amin (korsek dan bendahara kabupaten) di BRI gedung tataan, menurut pak korsek rencana nya bagi PKD yang tidak memulangkan uang negara tersebut akan dibuatkan surat resmi dari kabupaten dan jika masih belum juga, maka nama2 yang bersangkutan akan diblack list jika tidak ada tindak lanjut serta upaya persuasif”. Tambahnya sambil menirukan isi pesan tersebut

“Saya merasa dirugikan jika seperti ini, karna pekerjaan saya cuma itu tidak ada yang lain, dan sangat membutuhkan gaji tersebut untuk kebutuhan se-hari-hari,” tutup dia.

Terpisah ketua bawaslu pesawaran Ryian armando diwakili kepala sekretariat bawaslu pesawaran Nanang mengatakan,

“Honor PKD ya, itu tinggal 18 orang lagi yang belum mengembalikan hari senin nanti saya akan buat surat pemberitahuan Resmi, karna itu dari rekening bawaslu kepada 18 orang honor PKD menyatakan bahwa pentransferan itu salah karna belum ada dari bawaslu – RI, katanya, melalui sambungan telpon.

Nanang menambahkan, uang yang saya kirim itu bukan hak mereka kalau sudah hak mereka ya pasti saya kirim karena Surat Edaran SE bawaslu RI perintah penambahan pembayaran dikeluarkan tanggal 29 desember dan ada juga SE dari ketua bawaslu pesawaran bahwa kalau yang ke MK honor panwascamnya di bulan pebruari, nah kalau honor PKD di bulan januari, jelas nanang.

“Satu lagi dari keuangan RI karna penganggaran nya hanya sampai bulan desember saja. Dan untuk anggaran di bulan januari sampai saat ini belum ada,” ungkapnya.

Masih kata nanang, karna sudah kebiasaan saya selalu bayar honor tepat waktu setiap tanggal 1 itu saya kirim honor panwascam plus PKD jam 16.30. Sore,
Setelah itu saya dapat konfirmasi dari Bawaslu provinsi itu belum boleh dibayarkan, lantas saya datang ke bank BRI agar rekening Honor PKD dilokdown atau diblokir, dan dananya dikirim kembali kerekening bawaslu pesawaran, tandasnya.

“Jadi rekening induk didebet lagi dan uang nya dikirim kerekening bawaslu bukan rekening saya, dan besok nya saya datang lagi ke BRI kata orang BRI ini nama – namanya ada 26 orang honor PKD yang belum mengembalikan, trus saya share digroup WA kecamatan agar uang tersebut dikembalikan karna itu uang negara bukan uang saya, kata nanang.

“Kira-kira tiga empat hari sampai hari rabu kemarin itu sudah delapan orang yang sudah mengembalikan kerekening bawaslu jadi sampai hari ini yang belum mengembalikan tinggal 18 orang, pungkasnya. (Ndr)

Comment here