PRINGSEWU-Sejumlah Apotek di Kabupaten Pringsewu mengalami kelangkaaan terkait penjualan stok obat terapi Covid-19, sejak.ditetapkan sebagai Zona Merah .
Kelangkaan stok obat terapi Covid-19 tersebut, terjadi di sejumlah apotek di Kabupaten Pringsewu yang membuat masyarakat susah untuk memperolehnya.
Dari sejumlah apotek di Pringsewu mengalami kelangkaan obat terapi Covid-19 antaranya apotek Agam Parma, apotek Pringsewu dan apotek Rahman.
Kelanggkaan obat terapi Covid-19 yang ditentukan Kemenkes dengan harga eceran tertinggi (HET) mengalami kelangkaan di sejumlah Apotek, diduga kuat adanya permainan di pihak pedagang besar Farmasi (PBF) yang merupakan sebagai suplayar obat khususnya di kabupaten Pringsewu.
Menurut pengakuan sejumlah Apotek yang ada di Pringsewu, kelangkaan obat terapi Covid+19, karena tidak ada ditribusi dari pihak (PBF).
Hal ini menyebabkan langkanya obat tersebut ,ukap vadila pelayan apotek Agam parma saat di kofirmasi media ini, Rabu (7/7/2021).
“Sudah satu Minggu ini , jenis obat trapi covid 19 sudah kami order tapi pihak PBF. Mengatakan obat tersebut sudah tidak ada, sedangkan masarakat bayak yang menayakanya,”ukap vadila
Dilain pihak Rahman pemilik apotek Rahman di Jalan Sudirman Pringsewu mengaku,untuk obat terapi covid 19 jenis Azithtromycin sebelumnya ada, tapi satu Minggu belakangan ini, sudah tidak diantar lagi oleh pihak enseval (distributor obat).
Masyarakat atau pelanggan banyak yang mencari obat tersebut, namun pihak distributor mengatakan bahwa obat tersebut tidak ada dari Pabriknya.
“Kami sudah order obat tersebut, namun pihak distributor mengatakan obat yang di pesan tidak ada. Masyarakat Pringsewu banyak yang mencari obat tersebut, tetapi dari distributornya tidak mengirim obat tersebut,” jelas Rahman.
Sedangkan Devi yang mencari obat Azithtromycin mengatakan, obat yang dicarinya ke semua Apotek tidak ada, kalaupun ada harganya sangat mahal berkisar Rp70 ribu s/d Rp90 ribu.
“Saya heran kenapa obat tersebut langka dan harganya sangat mahal, Kemaren juga saya dapat obat tersebut di Apotek Rahman dan harganya berkisar Rp70 ribu,” ungkap Devi.(Bal)












