Peringati HGN 2021, MKKS SMA Mesuji Gelar Lomba Menulis

Ketua MKKS SMA Kabupaten Mesuji M Sururi, menyerahkan piala kepada pemenang lomba menulis artikel usai upacara peringatan HGN 2021. (foto: Misdi)
Ketua MKKS SMA Kabupaten Mesuji M Sururi, menyerahkan piala kepada pemenang lomba menulis artikel usai upacara peringatan HGN 2021. (foto: Misdi)

MESUJI-Secara serentak diseluruh Indonesia guru di semua tingkatan sekolah, memperingati Hari Guru Nasional (HGN) tak terkecuali di Kabupaten Mesuji.

Untuk memperingati hari guru, Musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) tingkat SMA Kabupaten Mesuji sebelumnya sudah menggelar lomba dan puncak peringatan dilaksanakan dengan menggelar upacara di SMAN 2 Simpang Pematang, Kamis (25/11/2021).

Pada peringatan hari guru tahun 2021 Ketua MKKS tingkat SMA Kabupaten Mesuji, Sururi sekaligus Kepala SMAN 1 Way Serdang mengatakan, kalau pihaknya menyelenggarakan lomba dan pada puncak perayaan menggelar upacara peringatan sekaligus pemberian hadiah kepada para pemenang lomba.

“Ya untuk menyemarakkan peringatan HKN tingkat sekolah SMA, MKKS SMA Kabupaten Mesuji mengadakan lomba menulis artikel guru yang diikuti oleh PGRI tingkat SMA, serta lomba menulis surat untuk guru yang diikuti oleh seluruh siswa SMA se kabupaten Mesuji,” terannya.

Sururi menjelaskan, pada 25 Nopember bertepatan HUT PGRI ke-76. PGRI lahir pada 25 November 1945, ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, dan pada hari yang sama ditetapkan sebagai hari guru nasional. Dan tema HGN 2021 adalah “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”.

“Tema tersebut diusung mengingat sekarang dunia pendidikan juga sedang berjuang untuk memberikan pendidikan untuk generasi muda bangsa di tengah-tengah masa pemulihan pasca pandemi covid 19,” jelasnya.

Menurutnya, tema peringatan hari guru tahun ini, sesuai  karena situasi mulai membaik dengan berbagai upaya untuk menghadapi penyebaran Covid-19, dunia pendidikan kembali melakukan pembelajaran tatap muka.

Sedangkan, pada upacara peringatan HKN Sururi bertindak selaku inspektur upacara, dan Simanjutak Kepala SMAN 2 Way Serdang sebagai perwira upacara, Sudomo Kepala SMA 1 Tanjungraya sekaligus Sekretaris MKKS SMA sebagai komandan upacara, serta diikuti oleh seluruh Kepala SMA dan siswa SMAN 2 Simpang Pematang.

Pada upacara peringatan HGN tahun 2021 tersebut, Sururi juga menyampaikan pesan Mendibud, Nadiem Makarim yang mengatakan, tahun lalu adalah tahun yang penuh ujian. 

“Memang benar kita semua tersandung dengan adanya pandemi. Guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi, terpukul secara kesehatan, dan terpukul secara batin,” ujarnya.

Dikatakan Sururi, guru mau tidak mau mendatangi rumah-rumah pelajar untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran. Kemudian, guru mau tidak mau mempelajari teknologi yang belum pemah mereka kenal, dan guru mau tidak mau menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid mereka tidak belajar di bawah tekanan. 

“Kita tahu guru di seluruh Indonesia, menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian, dan kehilangan disiplin. Tidak hanya tekanan psikologis, karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa makan,” tukasnya.

Ia mengatakan, guru se-Indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi, dan menginginkan akses terhadap teknologi dan pelatihan yang relevan dan praktis. Selain itu, guru juga menginginkan kurikulum yang sederhana, dan bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap murid yang berbeda-beda. 

“Guru se-Indonesia menginginkan pemimpin-pemimpin sekolah mereka untuk berpihak kepada murid, bukan pada birokrasi. Guru se-Indonesia ingin kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman,” imbuhnya.

Ditambahkannya, sejak pertama kali dcetuskan, sekarang Merdeka Belajar sudah berubah dari sebuah kebijakan menjadi suatu gerakan. Contohnya, penyederhanaan kurikulum sebagai salah satu kebijakan Merdeka Belajar berhasil melahirkan ribuan inovasi pembelajaran. 

“Gerakan ini makin kuat karena ujian yang kita hadapi bersama. Gerakan ini tidak bisa dibendung atau diputarbalikkan, karena gerakan ini hidup dalam setiap insan guru yang punya keberanian untuk melangkah ke depan menuju satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” tandasnya.

Diketahui, lomba menulis artikel  guru yang diselenggarakan oleh MKKS SMA Kabupaten Mesuji, juara 1 diraih Wayan Fedri Krisnanto (SMAN 1 Way Serdang), juara 2 Triwiek Yulinawati (SMAN 1 Way Serdang), dan juara 3 Wahyu Aditya (SMA Muhammadiyah 1 Mesuji Timur).

Sedangkan, untuk lomba menulis juara 1 diraih Sona Safika (SMAN 1 Tanjung Raya), juara 2 Tsaabita Ullya R (SMA Negeri 1 Way Serdang), dan juara 3 Robiatul Masitoh (SMAN 1 Simpang Pematang). (Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *