
Fisip Unila)
GINANJAR Kartasasmita, mendefinisikan pembangunan sebagai suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana, pendapat lain seperti Riyadi dan Deddy Supriyadi Bratakusumah, mendefinikan pembangunan ini merupakan semua proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya secara sadar serta terencana,
Kalau kita bicara pembangunan, tentu saja harus dalam kontek yang luas (multidimensional),
karena pembangunan harus mencakup segala segi dalam kehidupan manusia, proses pembangunan dilakukan dengan terencana dan terus menerus untuk menuju suatu kondisi atau keadaan yang lebih baik, kata pembangunan menjadi sebuah rujukan dalam perkembangan suatu tempat, daerah,
bahkan Negara.
Pembangunan selalu menjadi tolak ukur kemajuan suatu daerah, bangsa, baik itu pembangunan fisik, pembangunan mental, bahkan pembangunan karakter seseorang.
Di era globalisasi seperti sekarang ini, untuk membangun suatu daerah harus melibatkan semua lapisan, terutama peran pemerintah yang harus lebih dominan dikarenakan pemerintah daerah mempunyai regulasi-regulasi serta kemampuan yang mendukung terhadap pertumbuhan dan berkembang perekonomian daerah, sehingga pembangunan daerah mampu berkembang yang pada
akhirnya tingkat in-come masyarakat naik atau meningkat, menciptakan lapangan kerjaan baru, daya beli masyarakat meningkat, penurunan tingkat kemiskinan dan masyarakat dapat menikmati dari pembangunan daerah tersebut.
Berlandaskan pada semangat desentralisasi ekonomi dan
otonomi daerah, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus merangsang dunia usaha swasta untuk menggarap dan memanfaatkan inisiatif di tingkat daerah atau tingkat lokal.
Pemerintah daerah juga dapat melibatkan lembaga-lembaga pemerintahan lainnya, dunia usaha dan masyarakat saling bergandengan tangan dalam membangun daeranya.
Pendekatan ini dipandang sangat potensial untuk menjaga konsistensi pembangunan daerah, serta untuk menjamin bahwa pembangunan didaerah akan mendapatkan manfaat yang maksimal.
Pembangunan daerah salah satu pilar terpenting yang merupakan usaha mengembangkan dan memperkokoh pemerintahan daerah dalam rangka mewujudkan otonomi daerah yang nyata, serasi, dinamis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Oleh karena itu pembangunan daerah penting untuk dikaji dari aspek ekonomi, politik, sosial dan budaya.
Pembangunan daerah yang komprehensif membutuhkan perencanaan yang melibatkan banyak pihak serta melibatkan masyarakat, karena masyarakat merupakan kekuatan pengawasan langsung dari rakyat atas kinerja para penguasa yang memperoleh kekuasaannya.
Mindset
Pembangunan tidak melulu tentang fisik atau infrasuktur saja melainkan lebih pada pembangunan mindset atau pola pikir masyarakat yang semestinya lebih utama untuk dibangun.
Mengapa demikian, karena pembangunan mindset seseorang akan berhubungan dengan pembangunan
karakter masyarakatnya.
Contoh kecil yang nayata banyak terjadi dimasyarakat kita yang sering kali melihat seorang pengamen layaknya seorang pengemis, padahal kita belum mengetahui alasan, sebab dan mengapa ia mengamen, tetapi karena mindset orang-orang kita berpendapat
bahwa pengamen adalah orang yang malas kerja, tidak mau susah dan lain sebagainya.
Padala sekarang lagi boomingnnya seorag Tri Suaka yang notamennya adalah penyayi jalanan yang sekang berubah menjadi penyayi café yang kemudian terkenal. Ada sebab dan ada alasan yang menjadikan seseorang tuk mengamen.
Hal ini yg kemudian membuat kita bagaimana merubah mindset seseorang tadi untuk bisa berfikir
positif dan tidak melihat seseorang hanya dari sebuah sisi.
Hal ini tentu saja tidak mudah, karena
pola pikir seseorang itu sudah tertanam kuat pada diri masing-masing. Dulu kata pengamen yang terlintas adalah seseorang dengan suara yang alakadarnya, penampilan yang tidak rapi, dan terkesan sebagai penegmeis.
Tetapi pengamen yang bisa kita lihat sekarang adalah seseorang
dengan kualitas suara bagus, penampilan menarik. Tidak bisa lagi kita terkurung dengan
paradigma lama.
Oleh karena itu, mindset kita juga harus menyesuaikan bagaimana dinamika
masyarakat, bagaimana dinamika perubahan masyarakat yang saat ini jauh lebih cepat dan dinamis.
Masyarakat menjadi salah satu faktor perubahan, bagimana perubahan pola pikir manusia akan berdampak pada perubahan pembangunan juga.
Oleh sebab itu tugas yang paling berat saat ini adalah bagaimana bisa membangun masyarakat dengan pola pikir yang maju dengan hal-hal positif
yang bias membawa pada pembaruan sehingga kita tidak perlu mewariskan hal-hal yang ternyata hanya membawa kita pada kebimbangan. Karena konsep dasar pada pembangunan adalah
perubahan itu sendiri.
Adelman mengidentifikasi setidaknya ada tiga faktor utama yang mendorong perubahan teori dan paradigma pembangunan. Pertama, perubahan ideology, Kedua, revolusi dan inovasi teknologi, ketiga, perubahan lingkungan. ketiga hal yang disebutkan Adelmen merucut pada perubahan pola pikir manusia itu sendiri Selain itu Mahatma Gandhi mengatakan, “Perhatikan pikiranmu karena ia akan menjadi kata-katamu. Perhatikan kata-katamu karena ia akan menjadi perbuatanmu. Perhatikan perbuatanmu karena ia akan menjadi kebiasaanmu. Perhatikan kebiasaanmu karena ia akan menjadi karaktermu, dan perhatikan karaktermu karena ia akan menjadi taqdirmu”.
Namun sayangnya, pikiran manusia belum berfungsi secara maksimal. Dari banyak kutipan beberapa tokoh diatas sudah sangat jelas bahwasannya Perubahan pola pikir dapat dimulai melalui pemberian informasi sebanyakbanyaknya, baik melalui proses pendidikan, pembelajaran maupun pengalaman yang efektif.
Dengan demikian masyarakat merupakan subyek dari sebuah proses pembanguan sedangkan
pemerintah merupakan fasilitator pemberi arah tujuan.
Ketika subyek tidak dapat berperan secara baik maka proses pembanguan suatu daerah tidak akan berhasil dengan baik. Pola pikir masyarakat harus dirubah, masyarakat sebagai control social yang akan mendorong pemerintah untuk konsisten dalam penyelenggaraan pemerintahannya.
Kedisiplinan masyarakat pada proses pelaksanaan pembangunan daerah sangat diperlukan akan tetapi pemerintah juga perlu didorong untuk dapat menyelengarakan pemerintahaannya secara baik (good govermen).
Peran masyarakat merupakan kemitraan para stakeholder khususnya pemerintah, swasta dan masyarakat dalam
sebuah proses pembangunan yang dikenal dengan konsep “Public Private Partnership. (**)












