
MESUJI-Panen raya padi di tiga kecamatan Kabupaten Mesuji, rata-rata petani mengeluhkan akses jalan rusak saat musim panen tiba, sehingga biaya operasional untuk pengangkutan menjadi mahal.
Hal tersebut, dikatakan Sikun kepala desa (Kades) Tirtalaga, Kecamatan Mesuji Kabupaten Mesuji yang juga seorang petani.
Ia mengatakan, harga gabah mengalami penurunan dari Rp4.300/kg. Diakuinya, bahwa setiap desa memang berbeda harganya, untuk Desa Tirtalaga
harga gabah berkisar Rp3.500/kg, dsn untuk gabah kualitas super.Rp3.700/kg.
“Keluhan petani, selalu sama setiap panen. Selain harga turun, petani juga harus mengeluarkan biaya mahal untuk pengangkutan di lokasi, karena harus melalui proses pengangkutan sebanyak 3 kali untuk sampai di posisi jalan yang bisa dilewati,” jelas Sikun melalui pesan WhatsApp, Sabtu (02/04/2022).
Dikatakannya, proses 3 kali yaitu, dari lokasi hasil panen dilansir dengan menggunakan ojek motor, dilanjut menggunakan mobil pikap, dan mobil truk.
“Jadi wajar, kalau harga gabah murah petani ngeluh. Karena, biaya operasionalnya mahal, dan solusinya perlu jalan usaha tani yang memadai,” ujarnya.
Sikun berharap, adanya campur tangan pemerintah membantu petani agar harga gabah tinggi, dan stabil sehingga petani bisa merasakan hasil panennya.
“Saya berharap, petani di Mesuji bisa lebih sejahtera, karena rata-rata 1 hektare bisa menghasilkan padi 5-7 ton,” pungkasnya. (Mis)












