
MESUJI-Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah masuk di Kabupaten Mesuji, hingga terhitung ada lima ekor sapi milik peternak yang terjangkit PMK.
Meskipun demikian, Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji, mengimbau kepada para peternak untuk tidak panik dalam menghadapi PMK.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji, Pariman SP mengajak para peternak untuk mengetahui ciri-ciri hewan yang terjangkit PMK tersebut.
“Adapun ciri-ciri hewan yang terjangkit PMK meliputi hewan yang mengalami anorexia atau tidak nafsu makan, keluar air liur berlebihan atau hipersativasi,” ujarnya, Senin (23/05/2022).
Kemudian mengalami Saliva yang terlihat menggantung, air liur berbusa di lantai kandang, luka pada kuku hingga kuku terkelupas.
Meskipun demikian, Pariman menyebut PMK masih bisa diobati dengan dosis yang tepat, dengan petunjuk dokter Hlhewan yang ada di wilayah masing-masing.
Sehingga, kata Pariman PMK ini tidak berbahaya dan bisa dikatakan tingkat kematian dari hewan tersebut hanya 10 persen.
“Ya ciri-cirinya hewan yang terjangkit dan mulai menurun nafsu makannya, biasanya para Dokter Hewan mengatasinya dengan memberikan minuman berupa gula merah dan asam jawa,” pungkasnya. (Mis)












