Supriyanto Pernah Menangis Malam Pengantin Ketiga Rumahnya Kebanjiran

Kepala BPBD Sunardi didampingi Anggota Dprd Aisah Camat Simpang Pematang Rolly A, dan Kades Rejo Binangun Bagus Ise saat meninjau titik-titik Banjir di desanya. (foto: Misdi)
Kepala BPBD Sunardi didampingi Anggota Dprd Aisah Camat Simpang Pematang Rolly A, dan Kades Rejo Binangun Bagus Ise saat meninjau titik-titik Banjir di desanya. (foto: Misdi)

MESUJI-Malam ketiga pengantin baru korban banjir Supriyanto (35) Warga Rk02/Rw 02 Rejo Binangun Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji pernah sedih dan  menangis saat rumahnya  saat malam yang indah  rumahnya diterjang air.

Ya Pasca hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Mesuji selama berjam-jam, membuat salah satu rumah warga atas nama Supriyanto terendam banjir setinggi 75 centimeter dari pukul 07-09 WIB, Sabtu (30/7/2022).

Pria satu orang anak itu mengaku memang rumahnya sudah  jadi langganan banjir jika hujan turun, hal itu karena letak rumahnya yang berada di dekat aliran drainase dan jembatan yang tidak mampu menampung debit air yang melintas ketika hujan turun dan air  mengendap di sekitar rumahnya.

“Memang sudah sering begini pak, sekarang sudah terbiasa sebab setiap hujan turun, rumah saya pasti kebanjiran. Ini karena jembatan salurannya kecil walaupun tidak lama tapi air sampai ke dalam rumah bertahan lebih 1 jam,”jelas Supriyanto sembari bercerita pernah manangis saat malam pengantin ketiga kamarnya diterjang banjir.

Ditempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Mesuji, Aisyah berharap pemerintah Kabupaten Mesuji agar  menangani persoalan ini, agar banjir terjadi dan  tidak meluas. 

“Saya harap ini bisa jadi perhatian pemerintah Kabupaten Mesuji, untuk segera ditangani agar banjir tidak meluas ke permukiman yang lain,”ujar Politisi dari partai Nasdem yang diamini Elo  sekdes desa setempat.

Mendapat kabar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Mesuji, Sunardi  langsung meninjau lokasi hasil investigasi dilapangan bersama tim nya mengatakan terdapat penyumbatan beberapa saluran air yang mengakibatkan banjir. Dimana kondisi Siring dan jembatan tidak mampu menampung air yang melintas. Alhasil, banjir pun pasti terjadi saat hujan turun.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas PU untuk menurunkan alat berat membersihkan saluran air yang tersumbat. Selain itu kami juga mendata korban untuk memberikan bantuan berupa logistik dan peralatan rumah tangga,” pungkasnya.(Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *