Bupati Mesuji Terbitkan SE Kewaspadaan  Bencana Alam

Penjabat (Pj) Bupati Mesuji, Sulpakar bersama jajaran Forkopimda mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi secara hibrid, di ruang rapat bupati, Senin (24/10/2022). (foto: Ist)
Penjabat (Pj) Bupati Mesuji, Sulpakar bersama jajaran Forkopimda mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi secara hibrid, di ruang rapat bupati, Senin (24/10/2022). (foto: Ist)

MESUJI-Penjabat (Pj) Bupati Mesuji mengeluarkan surat edaran (SE) nomor: PB.00.00/6521/V.05/MSJ/2022 tentang Kewaspadaan Bencana Alam Hidrometeorologi.

SE itu ditujukan kepada seluruh camat dan kepala desa sekabupaten Mesuji yang ditandatanganinya tertanggal 24 Oktober 2022.

Dalam SE itu menerangkan bahwa bencana Hidrometeorologi adalah bencana yang dampaknya dipicu oleh kondisi cuaca dan iklim dengan berbagai parameter. Diantaranya  peningkatan curah hujan, penurunan curah hujan, suhu ekstrem, cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai angin kencang serta kilat dan petir.

Dikonfirmasi terpisah Sunardi  Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji mengatakan SE Bupati itu terkait Kewaspadaan Bencana Alam Hidrometeorologi. 

Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diperkirakan puncak musim hujan 2022/2023 terjadi pada bulan November 2022 (17%), Desember (33%) dan Januari 2023 (50%). 

“Intensitas curah hujan yang tinggi di Kabupaten Mesuji berpotensi mengakibatkan bencana seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor,” kata Sunardi, Senin (24/10/2022).

Dijelaskanya, dalam surat edaran Bupati Mesuji tersebut, sebagai langkah kesiapsiagaan untuk meminimalisir resiko bencana yang terjadi yang disebabkan siklus Hidrometeorologi di Kabupaten Mesuji, maka perlu dilakukan oleh camat dan kepala desa untuk dapat menyebarluaskan informasi kewaspadaan terhadap bencana Hidrometeorologi yang terjadi kepada masyarakat diwilayahnya.

“Masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam yang terjadi dengan melakukan seperti memangkas atau menebang pohon berukuran besar yang berada di area permukiman serta memadamkan sumber air listrik dan peralatan elektronik jika terjadi hujan lebat disertai petir,” paparnya.

Dan sesuai arahan Bupati Mesuji, lanjut Sunardi agar camat dan kepala desa diharapkan dapat menggerakkan seluruh elemennya, untuk dapat melakukan kerja bakti membersihkan saluran air drainase di area permukiman warga. Dan untuk dapat menyiapkan lokasi pengungsian diwilayahnya terutama dilokasi yang terkategori wilayah rawan bencana.

“Pada saat terjadi bencana, diharapkan kepada camat dan kepala desa untuk segera menyampaikan informasi kejadian bencana ke BPBD Kabupaten Mesuji secepatnya, melalui nomor kontak Handphone/WhatsApp : 08117287374,” pungkasnya.

Diketahui hujan berturut turut selama 5 hari pada tanggal 19- 23 Oktober  2022 yang bersamaan dengan pasangnya air serta pendangkalan saluran sungai sehingga air meluap sampai kepermukiman warga di desa Sumber Makmur kecamatan Mesuji.

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Mesuji Sebanyak 53 rumah terendam banjir Kurang lebih 500 Ha Lahan sawah terendam banjir paska panen dan 1 km akses jalan terputus  terendam banjir.

Masyarakat mengalami kesulitan aktifitas dikarnakan akses jalan yang terputus, halaman rumah terendam banjir yang mengakibatkan terganggu nya sektor ekonomi warga setempat.

Hampir seluruh rumah warga desa sumber makmur terdampak banjir pada halaman rumah.

Pemulihan dini masyarakat membersihkan rumah dan halaman yang terdampak banjir Masyarakat melakukan gotong royong pembersihan saluran air

Upaya  BPBD Kabupaten Mesuji melakukan koordinasi dengan pihak pihak terkait serta kondisi Mutakhir 

Masih dalam pantauan saran agar pasca banjir agar dilakukan Normalisasi/cuci kanal saluran air dan perbaikan jalan. (Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *