
BANDAR LAMPUNG-Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Way Rilau Kota Bandar Lampung, mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah, lantaran hingga November 2012 tunggakan pelanggan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Hal itu dikatakan Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Way Rilau, Maidasari saat ditemui dikantornya, Senin (14/11/2022).
Maidasari menyatakan, apabila pelangan terus melakukan penundaan pembayaran, akan menimbulkan kesulitan bagi jajarannya melakukan pendistribusian air.
“Pelanggan menuntut, minta pelayanan prima dari kami, sementara kewajibannya tidak dilakukan. Ini menjadi masalah buat kami,” ujarnya.
Maidasari mengatakan, saat ini ada sejumlah pipa saluran Air Minum Way Rilau yang sudah rusak, dan mengalami kebocoran. Namun, pihaknya mengalami kesulitan melakukan perbaikan, apabila para pelanggan tidak mendukung dengan membayar rekning tagihan air.
“Pipa saluran air minum yang sudah tua, tentu harus diperbaiki agar tidak mengalami kebocoran. Dan, untuk perbaikan dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Kalau banyak pelanggan yang menunggak, tentu manjadi masalah yang serius buat kami,” jelasnya.
Namun, saat disingung jumlah tunggakan pelanggan, Maidasari yang baru menjabat dua bulan sebagai Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Way Rilau, engan memberikan rinciannya. Ia hanya mengatakan, jumlah tungakan para pelanggan sudah mencapai miliaran rupiah.
Namun, lanjutnya, meskipun banyak pelanggan yang melampaui batas waktu yang ditentukan untuk membayar, pihakya belum melakukan penyegelan.
“Hingga saat ini, kami berupaya melakukan pendekatan secara personal, agar pelanggan yang menunggak segera melakukan pelunasan pembayaran,” tandasnya.(bud/lim/*)












