BANDAR LAMPUNGNASIONALPROVINSI

PLN dan PWI Lampung Gelar Workshop Jurnalistik

Penandatanganan Komitmen Bersama Keselamatan Ketenagalistrikan. (foto: ist)

BANDAR LAMPUNG-PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Provinsi Lampung, bekerja sama dengan PWI menggelar Workshop Jurnalistik dan Kehumasan, Selasa (15/11/2022).

Workshop yang digelar di Aula Sakai Sambaiyan Kantor PLN UID Lampung itu, menghadirkan Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Lampung Munizar, dan Wakil Sekretaris PWI, Ariyadi Ahmad, sebagai narasumber.

General Manager PLN UID Provinsi Lampung, I Gede Agung Sindu Putra meminta agar para peserta Workshop Jurnalistik sapat mengikuti kegiatan tersebut dengan serius.

“Workshop ini tidak hanya diikuti oleh Humas, tapi juga diikuti oleh para Manager Unit Pelaksana dan Unit Layanan serta Bagian Keuangan dan Umum, juga para supervisor,” kata Gede Agung saat membuka Workshop tersebut.

Hadapannya, laniut Gede Agung, para peserta bisa menambah wawasan dan ilmu yang tidak hanya tentang penulisan informasi, namun juga terkait sikap perilaku dalam menginformasikan PLN secara berimbang kepada masyarakat.

“Sebagaimana diketahui, aset kami mencapai Rp7 Triliyun. Bahkan, secara keseluruhan mencapai Rp1.600 Triliyun. Tugas kami tentu adalah membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Gede.

Selama ini, jelas Gede, banyak informasi yang perlu pihaknya sampaikan pada masyarakat. Namun, kata dia, karena keterbatasan, hal itu dirasa belum maksimal. Karenanya, workshop menjadi solusi mengupgrade pengetahuan terkait jurnalistik bagi para manager dan timnya di lapangan.

“Tentu setelah ikut Workshop Jurnalistik ini, harapannya informasi yang disampaikan ke masyarakat bisa lebih tertata, sistematis dan mudah dimengerti,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah mengatakan, sebagai organisasi profesi wartawan tertua sekaligus terbesar di Indonesia, pihaknya akan membantu PLN dalam mengupgrade pengetahuan jurnalistik.

“Memang program kami, selain mengupgrade anggota PWI itu sendiri, juga terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya penyampaian informasi publik yang mengedepankan fakta. Kami tidak hanya memberikan pengetahuan tentang bagaimana menulis berita saja, tapi juga cara menyikapi sebuah pemberitaan,” ujarnya.

Beberapa tahun terahir, tambah Wira,
PLN terus berevolusi. Hal itu, kata dia, bisa dilihat dengan nyaris tidak ada pemberitaan miring terkait PLN.

“Artinya PLN terus melakukan perbaikan-perbaikan, baik dalam pelayanan, juga dalam keterbukaan informasi. Di era digital ini, kecepatan dan ketepatan dalam menyampaikan informasi menjadi kebutuhan setiap lembaga. Karenanya, ketidak tepatan harus dihindari, sebab justru akan menjadi bahaya bagi lembaga tersebut,” tuturnya.

Pihaknya, tambah Wira, menugaskan dua anggotanya untuk mengupgrade pengetahuan jurnalistik bagi peserta workshop tersebut, yakni Wakabid Pendidikan Munizar dan Waka Sekjen Ariyadi Ahmad.

“Dua anggota kami ini, berpengalaman dalam dunia jurnalistik dan upgrading. Melalui workshop ini, anggota kami akan menjelaskan bagaimana penyajian informasi yang baik dan benar, dengan bahasa yang mudah dimengerti. Sehingga kedepan tidak ada lagi rilis dari PLN dengan istilah-istilah yang tidak diketahui masyarakat secara umum,” pungkasnya. (rls)

Comment here