BANDAR LAMPUNGNASIONALOLAHRAGAPROVINSI

Tujuh Tahun, Mantan Pelatih PSBL Terbaring Sakit di Malang

Paul Cumming mantan pelatih Tim Sepakbola PSBL. (foto: ist)

MALANG-Mantan pelatih Tim Sepakbola PSBL, Paul Cumming sudah 7 tahun terbaring sakit di rumahnya, di Dusun Drigu Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Pria berwajah bule yang pernah meloloskan PSBL (klub sepakbola Lampung tahun 90-an) ke Divisi Utama Liga Indonesia tersebut, terlihat tak berdaya di tempat tidur.

Meskipun secara fisik tidak berdaya, tapi pelatih asal Inggris ini memorinya masih kuat. Pasalnya, Paul Cumming
masih mengenali wajah Nurkholis, anak asuhnya di PSBL yang menyambangi rumah Paul Cumming bersama Tim Futsal PWI Lampung yang mengikuti kegiatan Porwanas di Kota Malam Provinsi Jatim, Sabtu (26/11/2022).

Nurkholis datang bersama Matalkah (gelandang), dan Agus Priyanto (kiper). Ketiganya merupakan pemain PSBL yang murni hasil ‘pencarian’ langsung Paul Cumming saat diberi kesempatan menjadi pelatih PSBL tahun 90-an.

“Ini Agus, kiper..” kata Agus saat mencoba membangkitkan lagi memori pria asal Inggris yang mengidolakan klub Liverpool.

Saat bertemu dengan anak asuhnya,
Paul tak lagi bisa banyak bicara. Tapi air mata yang menetes di pipinya memberi gambaran bagaimana hatinya, gembira, dan rasa haru dikunjungi oleh mantan anak-anak asuhnya.

“Seneng?” tanya Fifin, isterinya. Dan Paul menjawab dengan senyumnya.

Paul tinggal di dusun itu bersama isterinya yang keturunan Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Meski sederhana. Namun, rumah itu telihat asri dan nyaman.

Ada banyak piagam dan foto terpajang di dinding rumah. Foto-foto kenangan dimana pernah melatih sejumlah klub sepakbola di Indonesia.

Sementara di depan rumah ada pondokan, lengkap dengan sejumlah atribut Liverpool, klub idolanya.

Fifing yang menikah dengan Paul Cumming tahun 1991 di Provinsi Lampung mengatakan, suaminya mengalami penyempitan pembuluh darah di kepala sehingga harus dioperasi. Setelah itu, praktis tak berdaya.

“Kata dokter, untuk membuatnya terus bertahan, harus banyak-banyak membangkitkan memorinya tentang sepakbola,” kata Fifin yang mengaku pernah menjadi guru di SMAN 10 Bandar Lampung.

Diketahui, sebagai pelatih, Paul Cumming memiliki hubungan yang sangat dekat dengan anak asuhnya.

Karena itu, Nurkholis dkk. bahkan sampai rela menempuh jarak yang cukup jauh untuk bisa menjenguk mantan pelatihnya itu.

“Hubungan kami memang seperti bapak dengan anak,” kata Matalkah, mantan gelandang PSBL Bandar Lampung.

“Dia mengayomi dan melindungi (pemain). Bahkan, tak pernah marah (saat melatih),” ujarnya.

Sementara Nurkholis yang direkrut Paul Cumming dari Provinsi Jatim mengatakan, memiliki banyak kenangan lucu dan unik dengan Paul Cumming.

“Saya pernah bilang, kalau sakit dan tak bisa bermain. Tapi dia (Paul Comming,red) merogoh kantongnya, memasukkan uang Rp50 ribu ke kantong saya. Dan kemudian bertanya, siap main? Saya jawab siap,” kata Nurkholis sambil tertawa.

Cak Kholis sapaan akrab Nurkholis menyatakan, konsep pendekatan yang dibangun Paul Cumming membuat pemain rela ‘mati-matian’ untuk menang.

“Pada masa kepelatihannya, PSBL pernah mengalami fase tidak pernah kalah saat bertanding di kandang,” pungkasnya. (bud/*)

Comment here