Mardiana Musa Ahmad Buka Pelatihan Stimulasi Motorik Halus Bagi Guru TK se-Kabupaten Lamteng

LAMPUNG TENGAH – Bunda PAUD Kabupaten Lampung Tengah Mardiana Musa Ahmad, Menghadiri dan Membuka Pelatihan Stimulasi Motorik Halus Melalui Origami Berkarakter Bagi Guru TK Se- Kabupaten Lampung Tengah, di GSG BTN Kopkar Humas Jaya Kecamatan Way Pengubuan, Rabu (6/9/2023).

Pelatihan simulasi motorik juga dihadiri oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah yang di wakili Kabid PAUD dan PNF Dwi Sanjaya, Pengawas TK , Ketua dan Pengurus IGTKI PGRI Provinsi Ketua PPAUD , yang mewakili Ketua PGRI Ketua Himpaudi, Ketua IGTKI, Ketua IGRA, Pengurus IGTKI PGRI Pengurus IGTKI Kecamatan dan Pokja 2 PKK.

Ketua IGTKI PGRI mengatakan kegiatan pelatihan tersebut di ikuti oleh 320 Guru TK se- Kabupaten Lampung Tenga.

Menurutnya ini merupakan kegiatan IGTKI PGRI Provinsi yang di teruskan ke IGTKI Kabupaten yang bekerja sama dengan Movie Stationer dari Bandung.

“Kegiatan pelatihan stimulasi motorik halus melalui origami berkarakter bertujuan pembelajaran bagi guru TK untuk kreatif dan berinovasi dan mampu memberikan pembelajaran yang mengenakan di lembaganya masing masing,” jelasnya..

Sementara Bunda PAUD Lampung Tengah Mardiana Musa Ahmad, mengatakan hari ini kita akan menjelajahi dunia kreatifitas dan pembelajaran melalui seni kertas origami.

Menurutbya pelatihan ini bertujuan untuk menginspirasi dan meningkatkan kreatifitas guru PAUD dalam mengajar anak usia dini khususnya untuk membantu semua guru TK Se-Kabupaten Lampung Tengah yang berperan penting dalam pendidikan usia dini.

Mardiana berharap melalui pelatihan ini Bapak Ibu guru akan mendapatkan wawasan baru, ide-ide segar, dan teknik-teknik yang dapat diterapkan langsung di dalam kelas. pelatihan ini juga ingin mendorong kolaborasi dan pertukaran pengalaman di antara guru sebagai peserta saling berbagi ide dan inspirasi adalah salah satu hal terindah dari pengajaran, dan hari ini kita semua adalah bagian dari komunitas yang peduli tentang pembelajaran anak anak usia dini.(Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *