MESUJI – Ratusan warga dari sembilan desa penyangga PT. Pematang Agri Lestari (PAL) menggelar aksi damai di depan kantor perusahaan yang ada di desa Mulya Agung Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji Selasa (06/01/2025).
Aksi ratusan waega tersebut terkait sengketa lahan yang sudah berlangsung selama beberapa tahun. Dalam aksi damai itu terlihat Jajaran dari Polres Mesuji, Kodim 0406/Tulang bawang Sat Pol- PP turut hadir untuk menjamin ketertiban dan keamanan. Selama aksi berlangaung.
Aksi dari sekitar 500 warga itu dimulai sejak pagi dan sudah hadir di lokasi PT PAL. Beberapa perwakilan warga di terima untuk berdiskusi dengan pihak perusahaan yg difasilitasi oleh Satgas penanganan konflik agraria Kabupaten Mesuji.Warga yang diterima pihak perusahaan menyampaikan aspirasi dan klarifikasi atas status lahan HGU PT PAL.
Terlihat dalan pantauan Mereka yang datang membawa spanduk bertuliskan “Berantas mafia tanah , kembalikan hak tanah transmigrasi kami dari tahun 1992 yang di kuasai oleh mafia tanah,” massa aksi pun berjanji untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang damai.
Kapolres Mesuji, AKBP Dr. Muhammad Firdaus S.Ik, M.H didampingi asisten 1 Pemkab Mesuji dan kepala BPN beserta stake holder terkait dalam keterangannya menyatakan bahwa Tim satgas penanganan konflik agraria Kabupaten Mesuji berperan sebagai penengah dan bersikap netral, guna mencegah terjadinya konflik yang tidak diinginkan.
“Kami mendukung warga untuk menyampaikan aspirasi, namun kami berharap semua pihak bertindak dengan tertib dan menghormati hukum serta peraturan,” ujar Kapolres saat dilokasi.
Kapolres menjelaskan sebanyak 131 Personil gabungan dari Kepolisian, TNI dan Sat Pol PP di kerahkan untuk mengawal jalannya aksi damai agar aksi berjalan dengan aman dan kondusif.
“Alhamdulillah aksi damai berjalan aman dan kondusif meskipun masyarakat belum mendapatkan hasil yang di inginkan.Melalui kuasa hukumnya akan menempuh jalur untuk menemui pihak Kementrian ATR BPN di Jakarta guna penyelesaian konflik,” tegasnya
Selain itu lanjut Kapolrea , tim negosiasi dari pemerintah daerah juga turut hadir untuk mendengar aspirasi warga dan menyiapkan jalur komunikasi antara warga dan PT. PAL. “Dan Perwakilan perusahaan juga menyatakan kesediaannya untuk melakukan dialog terbuka guna menyelesaikan permasalahan,”pungkasnya (Mis)












