Tanggamus Lampung— Intensitas hujan yang tinggi selama sepekan terakhir memicu serangkaian bencana alam di Kabupaten Tanggamus. Tiga kecamatan dilaporkan terdampak, mulai dari angin puting beliung hingga banjir bandang yang merendam permukiman warga dan merusak infrastruktur. Pada Senin (6/4/2026).
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid, mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah Tanggamus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi panjang. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.
“Selama sepekan ini hujan terjadi hampir setiap hari dengan durasi cukup lama. Ini yang memicu terjadinya beberapa bencana di sejumlah wilayah,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Peristiwa pertama terjadi pada Kamis (2/4), ketika angin puting beliung menerjang Pekon Banyu Urip, Kecamatan Wonosobo. Sedikitnya 13 rumah warga mengalami kerusakan, sementara sejumlah pohon tumbang dan sempat menyebabkan gangguan jaringan listrik.
Sehari berselang, Jumat (3/4) sekitar pukul 18.00 WIB, banjir bandang melanda tiga dusun di Pekon Sinar Banten, Kecamatan Ulubelu. Luapan sungai menggenangi permukiman warga dan merusak jembatan kayu yang menjadi akses vital masyarakat setempat.
Bencana serupa kembali terjadi pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 16.00 WIB di Pekon Dadapan, Kecamatan Sumberejo. Air sungai meluap hingga merendam rumah warga dan areal persawahan, menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
BPBD Tanggamus telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak puting beliung di Wonosobo. Sementara itu, pendataan kerusakan akibat banjir di Ulubelu dan Sumberejo masih terus dilakukan.
Hendarman juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah perbukitan. Mengingat cuaca yang tidak menentu, potensi bencana masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap siaga. Jika terjadi bencana, jangan panik dan segera melapor kepada aparat desa atau petugas terkait,” tegasnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih didominasi hujan, kesiapsiagaan dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko serta dampak bencana di wilayah Tanggamus.(*)












