Tanggamus Lampung — Semangat kemandirian terus ditanamkan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotaagung. Salah satunya melalui kegiatan panen tanaman kangkung yang dilaksanakan pada Rabu pagi (8/4), sebagai bagian dari program pembinaan di bidang pertanian.
Kepala Lapas Kotaagung, Andi Gunawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang melibatkan WBP secara aktif dalam praktik bercocok tanam.
“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan di dalam lapas, tetapi juga menjadi sarana pembekalan keterampilan produktif bagi WBP. Harapannya, keterampilan ini dapat mereka manfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Di atas lahan seluas kurang lebih 20 meter persegi, para WBP dilatih untuk terampil dan inovatif dalam mengelola pertanian skala terbatas. Beragam jenis tanaman dapat dibudidayakan secara bergantian dan berkelanjutan, mulai dari sayuran hingga tanaman pangan lainnya.
Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat di balik keterbatasan ruang. Interaksi yang terbangun selama proses bercocok tanam menjadi bagian penting dalam pembinaan mental dan sosial para WBP.
“Setiap hasil panen kami timbang dan kelola melalui dapur lapas sebagai bentuk pengelolaan yang terarah. Setelah itu, lahan kembali disiapkan untuk penanaman berikutnya, baik kangkung maupun komoditas lain seperti terong, kacang-kacangan, umbi-umbian, hingga jagung,” jelasnya.
Menariknya, hasil panen yang mencapai puluhan kilogram tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal lapas, tetapi juga dibagikan kepada masyarakat di sekitar lingkungan lapas.
“Kami ingin masyarakat turut merasakan hasil dari proses pembinaan ini. Ini juga menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mendukung program ketahanan pangan, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” pungkasnya. (Bow)












