PESAWARAN – Kebijakan efisiensi anggaran 2026 yang digaungkan pemerintah mulai memakan korban di sektor paling bawah: loper koran. Profesi yang dulu jadi nadi informasi masyarakat kini terancam punah seiring pemangkasan belanja langganan media cetak di instansi pemerintah.
Dipangkas dari Hulu
Dalam Rancangan APBN 2026, pos belanja barang seperti langganan surat kabar dan majalah di kementerian/lembaga dipangkas hingga 40%. Tujuannya untuk mengalihkan anggaran ke program prioritas dan digitalisasi layanan publik. Imbasnya langsung terasa: kontrak berlangganan koran di kantor-kantor dinas, sekolah, hingga kelurahan banyak yang diputus mulai Januari 2026.
Loper: “Pelanggan Terbesar Kami Itu Pemerintah”
Eka 50 tahun, loper koran di pesawaran mengaku omzetnya terjun bebas.
“Dulu setiap kantor bisa langganan tiap hari. Itu yang bikin dapur ngebul. ‘berhenti langganan demi efisiensi’. Saya jualan ke siapa lagi? katanya, Rabu (22/4/2026.
Data Serikat Pekerja Media Cetak Lampung mencatat, 70% pendapatan loper koran di daerah berasal dari instansi pemerintah dan BUMN. Saat keran itu ditutup, sekitar 1.200 loper di Lampung terancam kehilangan 60-80% penghasilan.
Digitalisasi vs Perut Rakyat
Kemenkeu beralasan, langkah ini bagian dari strategi “Belanja Berkualitas”. Langganan koran fisik dinilai tidak efisien karena seluruh informasi sudah tersedia di portal berita dan aplikasi. Dana yang dihemat akan dialihkan ke penguatan internet desa dan bantuan sosial.
“Secara fiskal, memangkas langganan koran itu logis. Tapi secara sosial, negara harus lihat ada ribuan kepala keluarga yang hidup dari rantai distribusi itu. Efisiensi jangan sampai mematikan ekosistem yang masih menggantungkan hidup di sana,” ujarnya.
Mau Kemana Setelah 2026?
Sejumlah agen koran apakah harus banting setir. Karena tak semua loper yang rata-rata usia 45 tahun ke atas bisa adaptasi cepat.
“Badan saya udah kaku dan ga kuat lagi, Bang. Kalau kerja dibangunan. Kalau nyortir koran dari subuh, itu udah di luar kepala,” keluh Eka
Hingga kini belum ada skema jaring pengaman khusus dari pemerintah untuk loper koran terdampak efisiensi. Mereka hanya bisa berharap, terbitnya matahari besok masih bareng dengan terbitnya koran yang harus mereka antar. (Indra)












