TUBABA  

Tubaba Kokoh sebagai Lumbung Ternak Lampung, Harga Sapi Naik dan Pendapatan Peternak Meningkat

TULANGBAWANG BARAT – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dalam mengembangkan sektor peternakan kembali terlihat pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Selain mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat, kenaikan harga sapi tahun ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan peternak lokal.

Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Tubaba mencatat sebanyak 5.327 ekor hewan kurban disembelih pada Iduladha tahun ini.

Jumlah tersebut terdiri dari 4.549 ekor kambing, 764 ekor sapi, 13 ekor kerbau, dan 1 ekor domba.

Di balik tingginya angka tersebut, Disnakkeswan Tubaba juga memastikan seluruh hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan layak konsumsi melalui pemeriksaan ante mortem maupun post mortem yang dilakukan oleh petugas di berbagai titik pemotongan.

Plt Kepala Disnakkeswan Tubaba melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Irwan, mengatakan pengawasan kesehatan hewan dilakukan secara intensif guna menjamin keamanan pangan asal hewan bagi masyarakat.

“Dari pemeriksaan ante mortem ditemukan beberapa hewan yang tidak sehat dan mengalami cacat fisik sehingga dianjurkan tidak layak dijadikan hewan kurban. Sedangkan dari pemeriksaan post mortem ditemukan beberapa organ, terutama hati, yang terinfestasi cacing dan langsung direkomendasikan untuk dibuang serta tidak dikonsumsi,” ujar Irwan saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, keberhasilan menjaga kesehatan ternak dan keberlanjutan budidaya yang dilakukan peternak selama ini turut berkontribusi terhadap meningkatnya nilai jual ternak di pasaran.

Tahun ini, harga sapi kurban di Tubaba berada pada kisaran Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram bobot hidup.

Harga tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu untuk bobot yang sama. Sementara harga kambing relatif stabil, yakni berkisar Rp75 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram.

Kenaikan harga sapi tersebut menjadi kabar baik bagi para peternak karena berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat yang menggantungkan ekonomi keluarga dari sektor peternakan.

Kondisi tersebut sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Tubaba sebagai salah satu daerah sentra dan lumbung ternak di Provinsi Lampung. Ketersediaan ternak di daerah ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga menopang kebutuhan hewan kurban dari berbagai wilayah lainnya.

Meski permintaan hewan kurban meningkat menjelang Iduladha, stok ternak di Tubaba masih tergolong aman dan melimpah. Bahkan saat ini masih tersedia banyak ternak untuk kebutuhan aqiqah maupun ternak yang belum memenuhi syarat umur untuk dijadikan hewan kurban.

Irwan menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Disnakkeswan bersama para peternak dalam meningkatkan kualitas budidaya dan manajemen pemeliharaan ternak.

Pemerintah Kabupaten Tubaba pun berharap sektor peternakan terus berkembang dan menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat pedesaan.

“Kami berharap para peternak tetap semangat mengembangkan usaha ternaknya. Jika ada kendala dalam budidaya maupun manajemen pemeliharaan, dapat berkoordinasi dengan Disnakkeswan agar mendapatkan pendampingan dan solusi yang tepat,” pungkasnya. (Jim)