PANARAGAN – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) siap melaksanakan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar yang akan dimulai besok, Kamis (11/6/2026), di Pasar Pulung Kencana. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengendalian inflasi yang digelar secara serentak di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tubaba, Achmad Nazaruddin, S.IP., M.IP, mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan penetrasi pasar difokuskan pada komoditas yang selama ini memiliki kontribusi besar terhadap laju inflasi daerah, seperti beras SPHP, minyak goreng Minyakita, dan gula pasir.
“Program ini memberikan dampak langsung kepada masyarakat karena pemerintah hadir untuk membantu menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok. Melalui TPID bersama Perum Bulog, kami menyediakan komoditas yang rentan memicu inflasi dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar,” kata Achmad Nazaruddin saat diwawancarai menjelang pelaksanaan kegiatan.
Ia menjelaskan, upaya pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui pemantauan harga, tetapi juga dengan intervensi pasar secara langsung. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli beras SPHP kemasan lima kilogram dengan harga Rp57 ribu per kemasan. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp62.500 per kemasan. Selain itu, minyak goreng Minyakita dijual seharga Rp15.500 per liter dan gula pasir Rp17.500 per kilogram.
Achmad menyebutkan, keterjangkauan harga menjadi salah satu indikator utama keberhasilan program yang dilaksanakan pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Perum Bulog.
“Kami ingin memastikan harga yang diterima masyarakat benar-benar sesuai dengan ketentuan dalam kegiatan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar. Selain itu, indikator lainnya adalah terjaganya ketersediaan stok dan stabilitas harga di pasaran selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Untuk menjamin pemerataan distribusi dan mencegah penimbunan, Diskoperindag Tubaba menerapkan pembatasan pembelian bagi setiap konsumen. Minyakita dibatasi maksimal dua liter per pembeli, beras SPHP maksimal dua kemasan ukuran lima kilogram, serta gula pasir maksimal dua kilogram per pembeli.
“Kebijakan pembatasan pembelian ini dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan menghindari adanya pihak-pihak yang memanfaatkan kegiatan untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Diskoperindag Tubaba berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama Perum Bulog yang bertanggung jawab dalam penyediaan dan distribusi komoditas pangan. Koordinasi juga dilakukan secara intensif antara Pemerintah Provinsi Lampung, Perum Bulog Kanwil Lampung, dan Perum Bulog Kantor Cabang Tubaba guna memastikan seluruh kebutuhan tersedia di setiap lokasi kegiatan.
Menurut Achmad, mekanisme distribusi dilakukan secara bertahap di sejumlah pasar yang telah ditetapkan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemerataan manfaat serta menjaga ketersediaan stok hingga akhir pelaksanaan program.
“Kami telah berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan pasokan tetap tersedia selama jadwal kegiatan berlangsung. Distribusi dilakukan secara bertahap agar seluruh lokasi mendapatkan alokasi yang cukup sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Pasar Pulung Kencana dipilih sebagai lokasi pertama pelaksanaan karena dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Selain melayani warga sekitar, pasar tersebut juga menjadi salah satu pusat distribusi kebutuhan pokok bagi sejumlah tiyuh di sekitarnya.
Achmad menambahkan, pemilihan lokasi kegiatan mempertimbangkan tingkat kepadatan penduduk, aksesibilitas, serta peran pasar sebagai pusat perdagangan yang melayani masyarakat dalam jumlah besar.
“Kami memilih pasar-pasar yang menjadi pusat ekonomi masyarakat sehingga program ini dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain memastikan kelancaran distribusi, pemerintah juga menyiapkan mekanisme pengawasan guna mencegah terjadinya praktik penimbunan maupun penyalahgunaan komoditas bersubsidi. Pengawasan akan dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Satgas Pangan Polri melalui pemantauan harga dan pengecekan stok di lapangan.
“Kami bersama TPID dan Satgas Pangan terus melakukan pengawasan untuk memastikan stok tersedia dan tidak ada praktik-praktik yang dapat merugikan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Achmad juga mengimbau masyarakat yang akan berbelanja agar membawa kantong belanja sendiri sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan upaya menjaga lingkungan.
Adapun jadwal pelaksanaan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar di Kabupaten Tubaba akan dimulai pada 11 Juni 2026 di Pasar Pulung Kencana, dilanjutkan 18 Juni 2026 di Pasar Mulya Asri, 23 Juni 2026 di Pasar Panaragan Jaya, dan 24 Juni 2026 di Pasar Daya Murni.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sementara stabilitas harga dan inflasi daerah tetap terkendali di tengah dinamika perekonomian yang terjadi. (*jim)












