Disdikbud Tulangbawang Barat Rapat Persiapan Susun Mulok

TULANGBAWANG BARAT-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tulangbawang Barat menyelenggarakan rapat persiapan penyusunan Silabus Muatan lokal (Mulok).

Kegiatan yang dipimpin oleh Sekretaris Disdikbud Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Abdul Rahman yang dihadiri para penilik Paud dan TK, serta oengawas SD dan SMP se-Tubaba dilaksanakan di kantor Disdikbud setempat, Kamis (27/5/2021).

Dikatakan Abdul Rahman, didampingi Kabid Dikdasmen Badri, bahwa kegiatan tersebut ditujukan dalam hal pembahasan materi pendidikan karakter yang selama ini mulai ditanamkan pada peserta didik khususnya di Tubaba, yang berprinsipkan asas Nenemo SSL (Nedes, Nemen, Nerimo, Sederhana, Setara dan Lestari).

“Dalam pembahasan ini, kita melakukan diskusi yang bertujuan untuk membuat Silabus Nenemo SSL ini dapat menjadi mata pelajaran lokal atau Mulok, yang akan menjadi pelajaran atau kurikulum tersendiri seperti pelajaran bahasa daerah Lampung,” ujarnya.

Jika Silabus ini sudah jadi, maka nantinya setiap Sekolah mulai jenjang Paud, TK, SD, dan SMP akan mengajarkan materi pelajaran khusus daerah Tubaba, berupa kurikulum Nenemo SSL tersebut.

“Nenemo SSL adalah sebuah pelajaran yang kita susun dan direncanakan menjadi kurikulum tersendiri, dengan memuat berbagai pengetahuan tentang Kerja Keras, Kesabaran, Ikhlas, Kesederhanaan, Kesetaraan, Kelestarian, Budi Pekerti, Adab Lokal, Agama, dan menamakan nilai-nilai Karakter lainnya.” Jelasnya.

Lanjut dia, Kurikulum Mulok menjadi kewenangan pemerintah daerah untuk menetapkannya, hal ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 79 Tahun 2014. Yang mana kearifan lokal dan keunikan budaya yang dimiliki setiap daerah memungkinkan daerah mengembangkan kurikulum Mulok bagi Sekolah-sekolah di daerahnya.

“Jika nantinya Nenemo SSL sudah menjadi kurikulum tersendiri, maka untuk Tenaga pengajar kita akan tetap melibatkan seluruh tenaga kependidikan yang ada, termasuk para pengajar cerdas,” jelasnya. (Deb/Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *