Dedi Suparman Soroti Rendahnya Harga Kopi di Lampung

TANGGAMUS-Ketua Tanggamus Peduli, Dedi Suparman menyoroti harga kopi di Lampung yang rendah, serta merosotnya hasil panen petani.

Menurut dia, harga jual kopi saat ini masih sangat rendah belum sesuai keinginan petani kopi di Kabupaten Tanggamus.

“Pasalnya, harga pupuk dan pestisida untuk perawatan kopi semuanya naik,” tutur Dedi yang juga anak petani kopi Tanggamus.

Dedi mengungkapkan, harga kopi saat ini Rp22 ribu/kg, sementara biaya perawatan terus naik, para petani terus mengeluh karena tidak sesuai perawatannya.

“Harga kopi saat ini Rp22 ribu/kg, sementara biaya perawatan terus naik, mulai dari biaya sebelum panen, dan ongkos metik buah atau biaya panen. Kondisi ini, membuat petani ngeluh karena terkadang hasil mereka cukup buat hutang biaya perawatan,” jelas Dedi, Senin (30/05/2022).

Menurutnya, selain harga jual kopi yang rendah, tahun ini hasil panen petani merosot dibandingkan hasil panen tahun sebelumnya.

Ia berharap, kepada Pemkab Tanggamus segera memberikan solusi, dan lebih aktif memberikan penyuluhan budidaya kopi khususnya cara perawatan agar hasil panen melimpah.

Dijelaskan Dedi, Lampung salah satu provinsi penghasil kopi robusta di indonesia, sementara kopi merupakan salah satu komoditas andalan dari Lampung.

“Rata-rata Provinsi Lampung, mampu berkontribusi 24,19 persen dari produktivitas kopi nasional,” pungkasnya.(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *