
BANDAR LAMPUNG-Wacana ada pembangunan patung relief Bung Karno di Masjid Al-Furqon banyak menuai protes dari berbagai kalangan. Terlebih dari pihak majelis islam.
Kali ini Fraksi Demokrat DPRD Kota Bandar Lampung pun bersikeras menolak akan wacana pembangunan patung relief Bung Karno tersebut.
“Pandangan Fraksi Demokrat, kami tidak sepakat dengan adanya patung di masjid. Karena itu rumah ibadah, jadi tidak elok lah ada patung, disekitar masjid, apalagi itu Masjid Al-furqan adalah masjid Agung, kebanggaan masyarakat kota,” ujar Ketua Fraksi Demokrat DPRD Bandar Lampung, Hendra Mukrie, kemarin.
Anggota Komisi I ini juga menegaskan pihaknya menghimbau kepada pemkot setempat agar dapat menganulir wacana tersebut.
“Jangan lah, nanti banyak memulai protes dari berbagai pihak, saya pkir juga mending duitnya alihkan ke yang lain. Sebentar lagi mau musim hujan, mending buat perbaikan drainase atau yang lebih penting lainnya,” jelasnya.
Politisi besutan Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga berharap kepada Dinas PU khususnya agar menganulir rencana pembangunan tersebut.
“Anulir lah, kalau ngak nanti banyak pihak-pihak yang tidak setuju jadi masalah nantinya. Mending anggaran dialihkan untuk bayar tunggakan lainnya,” tandasnya.
Senada juga diungkapkan anggota FD lainnya Pebriani Piska, ia menegaskan tidak ada tawar-tawat wacana adanya patung tersebut wajib ditinjau ulang.
“Keberadaan patung tersebut tidak ada kaitannya dengan Masjid Al-Furqon dan Masjid adalah sarana ibadah umat muslim bukan relief sejarah. Lagian kurang baik lah, itu kan Masjid Agung, masak ada patung. Kurang relevan, gak elok melihanya. Pada intinya saya sebagai anggota DPRD sangat dan sangat tidak setuju, akan wacana pembangunan patung tersebut,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Pebriani Piska, Jumat (10/06/2022).
Srikandi Partai Demokrat ini memerankan, jika menilik pada kondisi keuangan pemkot Bandarlampung saat ini masih sangat memprihatinkan.
“Saya jug nilai, nggak relevan dan juga belum urgensi. Masih banyak kepentingan pemkot yang lain, lebih baik biaya pembangunan patung bung Karno dialihkan ke yang lain. Pembuatan parung relief Bung Karno dinilai tidak tepat di areal sekitar Masjid,” jelasnya.
Diketahui, sebelumnya, beredar surat dengan kopi surat Yayasan Masjid Al-Furqon Bandar Lampung, tertanggal 7 Juni 2022 Prihal Pembongkaran taman Masjid Al-Furqon.
Dan isinya adalah Senin 6 Juni 2022 pengurus Yayasan Masjid Agung Al-Furqon, dikejutkan dengan pembongkaran taman di tanah wakaf Masjid Al-Furqon. Setelah kami pertanyaan di jawab akan dilakukan perbaikan taman dan pembuatan relief diorama Bung Karno.
Tanpa mengurangi rasa hormat kami, mulai dari perencanaan dan eksekusi dimulainya pekerjaan kami dari yayasan pengguna Masjid Al-Furqon, tidak pernah dilibatkan baik lisan mau tulisan.
Pada prinsipnya kami menyetujui perbaikan taman, demi estetika dan keindahankeindahan, namun berkenaan dengan rencana pembuatan relief bung Karno itu kami Tidak Menyetujui, mengingat tidak ada relevensi langsung bung Karno sebagai tokoh proklamator dengan kepentingan rumah Allah yang nita benne sebagai pengabdian yang wajib tulus ikhlas semata kepada Allah SWT.
Surat ditandatangani oleh Yayasan Masjid Al-Furqon Bandarlampung Dimyati Amin dan Pengurus Masjid Bukhori Muslim, kemudian di cap basan. (ron)












