Semarak Halal Bihalal Pujakesuma Lampung Barat Silaturrahmi Dipererat, Budaya Lokal Dihidupkan Kembali

Lampung Barat – Ratusan warga tumpah ruah memenuhi halaman Lamban Gedung Pancasila, Komplek Perkantoran Pemda Lampung Barat, Rabu (16/04). Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, Paguyuban Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera) Lampung Barat menggelar Halal Bihalal dan Pentas Seni Budaya, yang tak hanya menjadi ajang silaturrahmi, tetapi juga panggung meriah pelestarian budaya lokal.
Acara dibuka dengan suasana kekeluargaan yang kental, diwarnai lantunan doa dan saling bermaafan. Namun sorotan utama datang saat kelompok seni jaran kepang “Wahyu Manunggal” tampil memukau di hadapan ratusan penonton. Gerakan lincah para penari, diiringi tabuhan musik tradisional yang menghentak, sukses menghidupkan semangat budaya di tengah-tengah masyarakat.

Ketua kelompok jaran kepang Wahyu Manunggal, Turyanto atau santeng panggilan akrab nya menyampaikan rasa bangganya dapat berpartisipasi dalam acara besar ini. “Kami ingin menunjukkan bahwa seni jaran kepang bukan hanya hiburan, tetapi juga warisan budaya yang penuh makna spiritual dan historis,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Barat, Nukman yang hadir dan memberikan sambutan, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
“Ini adalah momentum luar biasa yang menyatukan semangat religius dan kebudayaan. Terima kasih kepada Pujakesuma dan semua pihak yang telah menjadikan acara ini ruang kebersamaan dan pelestarian budaya,” tutur Nukman.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat rasa persaudaraan, menjaga kerukunan, dan menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan pembangunan.

Ketua Pujakesuma Lampung Barat, Eko Riadi, SH., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata komitmen paguyuban dalam melestarikan budaya daerah. Dengan semangat paseduluran selawase (persaudaraan selamanya), Pujakesuma terus membangun sinergi antarwarga serta mendukung visi RPJMD Lampung Barat 2025–2030 di bawah kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat semakin mencintai budayanya sendiri. Karena dari situlah kekuatan kita sebagai komunitas yang berakar dan berkarakter,” tegas Eko.
Halal bihalal dan pentas seni Pujakesuma tak sekadar menjadi tradisi tahunan, namun telah menjelma menjadi simbol kuat kebersamaan, identitas, dan semangat menjaga warisan budaya di tengah dinamika zaman.(*/frenk)