LAMPUNG UTARA – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui Dinas Sosial (Dinsos) memberikan bantuan kepada bayi penderita jantung bocor dan pneumonia yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Handayani Kotabumi.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Gria Suryana Adhitama, yang didampingi Lurah Kotabumi Ilir, Sabtu (21/06/2025)
Selain memberikan bantuan langsung, Dinas Sosial Lampung Utara juga telah melakukan koordinasi dengan Tim dari Sentra Wyata Guna Bandung yang berada di bawah Kementerian Sosial RI. Menurut Gria Suryana Adhitama, pihaknya telah meneruskan laporan mengenai kondisi bayi penderita jantung bocor dan pneumonia tersebut ke Sentra Wyata Guna Bandung.
“Kami dari Dinsos Lampung Utara kebetulan telah berkoordinasi dengan Tim dari Sentra Wyata Guna Bandung. Insya Allah dalam waktu dekat, Kementerian Sosial akan berkunjung ke Lampung Utara untuk kegiatan implementasi bantuan,” ujar Gria
Mudah-mudahan Tim bisa berkesempatan melakukan assessment komprehensif terhadap kondisi bayi Anggia. Pernyataan tersebut disampaikan Gria mewakili Plt. Kepala Dinas Sosial, Ahmad Farouk Wiloka Abung.
Gria Suryana Adhitama juga menyampaikan kunjungan ke Rumah Sakit Handayani untuk memberikan bantuan serta melihat langsung kondisi bayi penderita jantung bocor dan pneumonia tersebut.
“Kami memberikan bantuan, mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban keluarga. Ini bentuk kepedulian pemerintah. Selain itu, kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter, apakah pasien nanti akan dirujuk atau tidak. Yang jelas, adik ini berasal dari keluarga yang kurang mampu,” Pungkasnya
Diberitakan Sebelumnya, Kisah Haru Perjuangan Askari Pedagang Ikan Keliling Demi Kesembuhan Buah Hati asal Kelurahan Kotabumi Ilir, Lampung Utara, Kamis(19/06/2025)
Saat ini pasangan suami istri tersebut tinggal di kontrakan sederhana di belakang sentral Kelurahan Kota Alam. Ia menjadi potret nyata perjuangan keluarga kurang mampu saat menghadapi cobaan berat anak kedua mereka, Anggia, bayi perempuan berusia 3 bulan, harus berjuang melawan sakit pneumonia dan kebocoran jantung.
Perjuangan keluarga Askari dimulai ketika Anggia pertama kali dirawat di RS Handayani Kotabumi pada 30 April 2025. Kondisi Anggia yang memburuk membuatnya harus dirujuk ke RS Abdul Moeloek, Bandar Lampung. Selama sembilan hari di rumah sakit, Askari, istrinya Een Safitri, dan anak pertama mereka yang masih berusia tiga tahun, bertahan dengan bekal seadanya—hanya membawa uang Rp50.000 untuk kebutuhan harian.
Walau biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan, Askari tetap harus memikirkan kebutuhan sehari-hari. Profesi sebagai pedagang ikan keliling terpaksa ditinggalkan sementara demi mendampingi anak di rumah sakit, sehingga pemasukan keluarga pun terhenti. Beruntung, keluarga masih bisa membantu selama masa perawatan hingga Anggia dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.
Namun, kebahagiaan itu hanya sementara. Satu bulan setelah pulang, kondisi Anggia kembali menurun dan harus dirawat lagi. Setelah tiga hari perawatan dan sempat membaik, penyakitnya kambuh, memaksa keluarga kecil ini terus bolak-balik rumah sakit hingga hari ini.
Dengan mata berkaca-kaca, Askari menceritakan perjuangannya membagi waktu antara mencari nafkah dan mendampingi anak di rumah sakit.
“Saya kalau subuh ke pasar sentral untuk ambil ikan, saya bawa keliling. Kadang sehari dapat untung Rp80 ribu, kadang di bawah itu, Rp50 ribu. Uang itu harus saya cukupkan untuk membeli susu, dan menyisihkan untuk membayar kontrakan, dan kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Askari juga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan susu untuk kedua anaknya. “Istri saya ASI-nya tidak keluar. Kadang berat kalau harus beli susu anak yang harganya lumayan mahal, soalnya dokter bilang harus diberikan asupan gizi supaya berat badannya naik. Saya tidak punya uang, jadi saya belikan susu yang murah saja,” katanya dengan nada sedih.
Askari berharap ada perhatian dari pemerintah daerah maupun para dermawan untuk membantu kesembuhan anaknya.
“Bapak Bupati Harmatoni dan Pak Romli, bantu saya, Pak. Dan para dermawan agar bisa membantu saya,” pinta Askari penuh harap.(Rendra)












