Revitalisasi SMKN 2 Kotabumi Kedapatan Kurangi Volume, Konsultan: Ganti Atap bukan Tambal Sulam! 

LAMPUNG UTARA – Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMKN 2 Kotabumi Kabupaten Lampung Utara angkat bicara soal proyek revitalisasi miliaran rupiah yang kini tengah dikerjakan.

Ketua P2SP SMKN 2 Kotabumi, M. Fadly didampingi Konsultan Supervisi dan Ketua Komite sekolah mengatakan pihaknya sudah membongkar ulang pekerjaan yang sebelumnya tidak sesuai spesifikasi teknis.

Beberapa item pekerjaan yang sudah dibongkar ulang meliputi pemasangan genteng metal polos. Berdasarkan keterangan kepala tukang sebelumnya, perbaikan yang dilakukan hanya berupa tambal sulam, padahal seharusnya dilakukan penggantian secara menyeluruh pada atap 4 lokal ruang kelas.

“Sudah kita bongkar semua, dan kita pasang lagi dengan material yang sesuai spek. Atap ruang kelas sudah dipasang genteng baru secara menyeluruh,” kata Fadly di lokasi proyek, Senin, (06/07/2026).

Kemudian pada item pekerjaan bagian plafon, pekerja mulai melakukan pembongkaran dan pemasangan ulang. Struktur rangka tulangan plafon yang sebelumnya menggunakan hollow 2 cm x 4 cm akan diganti menggunakan hollow ukuran 4 cm x 4 cm dan papan plafon PVC akan diganti menggunakan material yang memenuhi standar TKDN.

“Bagian plafon yang kemarin jadi persoalan akan kita perbaiki, dan akan diganti sesuai arahan konsultan pengawas. Sudah kami pesan barangnya,” timpalnya lagi.

Sejumlah persoalan dimaksud, menurut Fadly hanya miskomunikasi antara penyampaian pekerja dengan cara kerja sesungguhnya.

Meski begitu, pihaknya mengklaim penggunaan material keramik merk IKAD oleh sekolah sudah sesuai standar dan mengantongi sertifikat TKDN.

Pihak dinas melalui KCD wilayah IV juga sudah meninjau ke lokasi dan sudah memberikan instruksi agar pekerjaan dievaluasi ulang agar hasilnya sesuai dengan juknis revitalisasi.

“Instruksi dari dinas sudah kita jalankan. Mudah-mudahan kedepan sudah tidak bermasalah lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Konsultan Supervisi Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Ipung Ahmad ditemui di lokasi proyek mengakui telah menegur secara lisan dan tertulis yang tertuang dalam surat instruksi kerja setiap kunjungannya ke lokasi.

Mengenai polemik adanya dugaan penggunaan material tak sesuai spesifikasi dan analisa teknis pihaknya membenarkan dan sudah mengambil langkah tegas.

“Judul awalnya kan bongkar (ganti) atap. Jadi bukan tambal sulam, tapi diganti menyeluruh sesuai gambar kerja,” tegasnya.

Mengingat durasi kontrak yang menyisakan 3 minggu lagi, dirinya sudah menginstruksikan kepada panitia pelaksana untuk segera memperbaiki kualitas pekerjaan.

“Kontak kerja kan masih ada 3 minggu lagi, jadi saya minta agar semua pekerjaan yang dinilai belum sesuai agar dibongkar ulang. Jangan nunggu sudah selesai kontrak, ada temuan yang tidak sesuai baru diperbaiki,” pungkasnya. (Rendra)