LAMPUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan dengan konsep hybrid, yakni perpaduan tatap muka dan daring, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Pekon Karang Agung, Kecamatan Way Tenong, Rabu (4/2/2026) itu diikuti 14 kecamatan secara daring. Musrenbang dibuka langsung oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, dihadiri Forkopimda, Sekretaris Daerah Nukman, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, serta perwakilan masyarakat.
Bupati Parosil Mabsus mengatakan, penerapan konsep hybrid dilakukan sebagai langkah efisiensi anggaran dan efektivitas waktu, tanpa mengurangi esensi Musrenbang sebagai wadah penyerapan aspirasi masyarakat.
“Meski dilakukan secara daring, esensi Musrenbang tidak boleh berkurang. Apa yang diusulkan masyarakat dari tingkat pekon hingga kecamatan akan menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.
Dari berbagai usulan yang disampaikan, sektor infrastruktur menjadi dominasi aspirasi warga di tingkat kecamatan. Menanggapi hal tersebut, Parosil menegaskan bahwa pada 2027 mendatang, infrastruktur jalan menuju lokasi pendidikan akan menjadi skala prioritas pemerintah daerah.
“Tidak boleh ada anak sekolah di Lampung Barat yang kesulitan akses menuju sekolah. Karena itu, ruas jalan menuju lokasi pendidikan akan menjadi prioritas pada 2027,” tegasnya.
Selain itu, Parosil juga menyoroti kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami efisiensi anggaran. Ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk lebih kreatif mencari peluang dalam meningkatkan pendapatan daerah.
“Sekarang bukan lagi bagaimana cara menghabiskan anggaran, tetapi bagaimana kita bisa mendapatkan dan menggali sumber pendapatan daerah. Kita tidak boleh berdiam diri,” pungkasnya. (*)












