Bupati Minta BPRS Tingkatkan Inovasi Program, Harus Menyesuaikan Zaman

LAMPUNG BARAT– Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus meminta jajaran Direksi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Lampung Barat untuk lebih inovatif dalam merancang program guna menarik minat nasabah.

Permintaan tersebut disampaikan Parosil saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BPRS Lampung Barat (Perseroda) di Dievha Cafe, Kecamatan Sumber Jaya, Rabu (4/2/2026).
PT BPRS Lampung Barat merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang berdiri sejak 15 September 2015.
Menurut Parosil, manajemen BPRS perlu menyusun perencanaan program yang adaptif melalui berbagai inovasi yang selaras dengan perkembangan zaman. Hal itu dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap layanan perbankan syariah daerah.
“Budaya masyarakat kita sudah bergeser. Jika dulu mendengar bank seperti mendengar rumah sakit, sekarang hampir semua orang membutuhkan bank. Artinya, ke depan ekspansi BPRS ini harus kita pikirkan bersama-sama,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai kepala daerah sekaligus pemegang saham, dirinya mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang lebih menarik serta strategi jemput bola dalam pelayanan kepada masyarakat.
“BPRS ini lahir dari pemerintah yang notabene memiliki ASN. Namun sampai saat ini masih banyak ASN yang belum mengetahui dan memahami keberadaan BPRS,” kata Parosil.
Untuk itu, ia meminta Direksi BPRS lebih aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat, termasuk membuka kemudahan akses layanan.
“Bila perlu, di setiap kecamatan kita sediakan pegawai BPRS untuk mempermudah nasabah,” pungkasnya. (*)