TUBABA  

Gelar Tanam Tebu Bersama, Tiyuh Gedung Ratu Dukung Swasembada Gula

TULANGBAWANG BARAT-Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Pemkab Tubaba) menggelar tanam bersama dalam rangka program perluasan tanaman tebu sebagai swasembada gula.

Kegiatan berlangsung di Tiyuh Gedung Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tubaba, Sabtu (28/3/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Perwakilan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Tri Kusnadi, Perwira Penyambung, Kodim/0412 LU, Kapten Amirul, perwakilan kelompok tani dan tokoh masih setempat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Perkebunan (TPHP) Tubaba, Sarwo Haddy Sumarsono mengatakan, bahwa menanam tebu adalah solusi di tengah ketidak stabilan harga komoditas singkong yang telah terjadi pada beberapa waktu lalu.

Sebab, tebu merupakan tanaman yang relatif stabil dalam hal harga. Karena, kebutuhan tebu juga akan meningkat. Sebab output berupa gula merupakan hal yang setiap hari di konsumsi seluruh masyarakat di dunia.

Berdasarkan hasil pengamatan Dinas TPHP Tubaba, terdapat progres pendapatan petani semenjak ikut menanam tebu.

” Adanya peningkatan pendapatan atau nilai tukar sebesar 5 persen sejak tahun 2024-2025,” ujarnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Perwakilan Dirjen Perkebunan Kementan RI, Tri Kusnadi, ia mengatakan bahwa kedepan, Presiden RI bertekad bahwa penggunaan tebu bukan sekedar untuk pangan. Akan tetapi, di manfaatkan untuk bio energi.

Untuk itu, pemerintah menargetkan pada tahun yang akan datang, Indonesia mampu memproduksi sebesar 3 juta ton gula sebagai bentuk swasembada gula.

Tri juga mengingatkan, agar petani di daerah bisa melaporkan luas lahan yang di tanami tebu. Karena, hal tersebut berpengaruh pada kebijakan pemerintah dalam mengambil keputusan. Untuk melakukan impor atau tidak.

Keputusan tersebut juga berpengaruh pada harga gula di Indonesia.

” Jadi kalau kita impor, harga murah, petani kena imbasnya,” Kata Tri.

Tri juga mengingatkan agar seluruh petani tebu bisa segera menanam tebu paling lambat pada 10 April 2026 mendatang.

Selain mengikuti musim tanam dan tebang, Tri juga mewanti-wanti akan terjadinya el nino (kemarau panjang-red).

Tri menambahkan, dalam menghadapi el nino, petani tebu harus melalui upaya preventif berupa identifikasi spot air.

” Kalau titiknya sudah jelas, baru Kementan bisa membantu petani berupa fasilitas pendukungnya,” Imbuhnya.

Sementara itu, Kepalo Tiyuh Gedung Ratu, Juaini mengatakan, secara umum masyarakat tiyuhnya sangat siap untuk mensukseskan program swasembada gula.

Ia menuturkan, sejauh ini di Tiyuh Gedung Ratu sudah ada sebanyak 512 hektar lahan yang di tanami tebu.

” Terbaru, pada tahun kedua ini sebanyak 150 hektare,” Pungkasnya. (Jim)