TULANGBAWANG BARAT— Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) perlahan menunjukkan satu hal yang jarang disadari publik: daerah ini mulai melahirkan aparatur sipil negara yang dipercaya mengisi jabatan-jabatan strategis di berbagai daerah di Provinsi Lampung.
Dari kursi sekretaris daerah, kepala badan keuangan, hingga camat di wilayah lain, nama-nama ASN yang pernah tumbuh dan berkarier di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tubaba kini mulai menempati posisi penting.
Teranyar, nama Fitra menjadi sorotan setelah dilantik sebagai Camat Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara.
Sosok yang sebelumnya dikenal sebagai pelaksana di lingkungan DPRD Tubaba itu kini dipercaya memimpin salah satu kecamatan strategis di kabupaten tetangga.
Pelantikannya menambah daftar ASN asal Tubaba yang mendapat ruang lebih luas di pemerintahan daerah lain.
Sebelumnya, Budiman Jaya yang pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tubaba juga dipercaya menduduki jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji. Penunjukan itu dinilai menjadi bentuk kepercayaan terhadap pengalaman birokrasi yang dibangun selama bertugas di Tubaba.
Tak hanya itu, Mirza Irawan, mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Tubaba yang terakhir menjabat Asisten III Pemkab Tubaba, kini menempati posisi strategis sebagai Kepala BKAD Provinsi Lampung.
Karier Mirza dinilai menjadi salah satu contoh bagaimana pengalaman pengelolaan keuangan daerah di tingkat kabupaten mampu menjadi modal untuk menempati posisi penting di pemerintahan provinsi.
Di tengah dinamika tersebut, nama Kepala DPMPTSP Tubaba Ahmad Haryanto juga mulai ramai diperbincangkan. Saat ini, Haryanto diketahui tengah mengikuti seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah Kota Metro.
Di kalangan birokrasi, ia disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat yang berpeluang mengisi posisi strategis tersebut. Pengalamannya dalam bidang pelayanan publik dan investasi menjadi salah satu modal yang diperhitungkan dalam proses seleksi.
Fenomena banyaknya ASN Tubaba yang dipercaya mengisi jabatan di luar daerah menjadi catatan tersendiri di tengah usia kabupaten yang relatif muda.
Tubaba yang selama ini lebih dikenal dengan pembangunan kawasan budaya dan infrastruktur, kini mulai memperlihatkan kontribusi lain: menjadi tempat lahirnya birokrat-birokrat yang mampu bersaing di tingkat regional.
Di balik perpindahan dan promosi jabatan itu, tersimpan cerita tentang perjalanan panjang aparatur daerah yang ditempa dari bawah, memahami ritme birokrasi lokal, hingga akhirnya dipercaya memegang tanggung jawab yang lebih besar.
Bagi sebagian kalangan, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa kualitas sumber daya aparatur di Tubaba mulai mendapat pengakuan lebih luas di Provinsi Lampung. (Jim)












